TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin, menegaskan bahwa kekuatan NU harus dibangun dari kokohnya persaudaraan di lingkungan internal organisasi.
Menurutnya, penguatan kerukunan dan ikatan persaudaraan (ukhuwah nahdliyah) menjadi fondasi utama agar NU mampu menjalankan khidmat kepada umat sekaligus menjaga persatuan bangsa.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan silaturahim bersama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Banten di Pondok Pesantren Qothrotul Falah, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (6/8/2026).
"Ukhuwah Nahdliyah ini adalah ukhuwah antara jamaah dan jam'iyah," ujarnya.
Ia menilai, persaudaraan yang kuat akan menjadi modal utama bagi NU untuk terus menjalankan peran pengabdian kepada umat sekaligus memperkuat persatuan nasional.
Selain memperkuat persaudaraan internal, Gus Rozin menegaskan penguatan NU juga harus berjalan seiring dengan penguatan pesantren sebagai fondasi organisasi. Menurutnya, pesantren merupakan basis utama NU sekaligus benteng moral bangsa yang harus terus dikembangkan.
"Menguatkan NU itu menguatkan pesantren. NU adalah pesantren besar. Yang menjaga moral bangsa ini adalah NU yang tidak lain pondasi utamanya adalah pesantren," katanya.
Berkenaan dengan itu, ia mengajak seluruh jajaran NU di semua tingkatan kepengurusan untuk bersama-sama mendorong kemajuan pesantren yang didirikan dan dikelola oleh warga nahdliyin.
"Pengembangan Pesantren adalah tanggung jawab semua elemen di Nahdlatul Ulama pada semua tingkat kepengurusan," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, putra dari almarhum KH MA Sahal Mahfudh, Rais 'Aam PBNU periode 1999-2014 ini juga menyinggung posisi strategis NU sebagai Shodiqul Hukumah atau mitra strategis pemerintah.
Menurutnya, NU dan negara memiliki tujuan yang sama, yakni mewujudkan kemaslahatan masyarakat. Oleh sebab itu, apabila terdapat kebijakan publik yang dinilai kurang tepat, NU memiliki tanggung jawab untuk memberikan masukan secara bijaksana dan bertanggung jawab.
"Menjadikan NU sebagai Shodiqul Hukumah, karena NU dan negara ini memiliki tujuan yang sama. Kalau ada yang salah dalam mengambil kebijakan publik, kita yang mengingatkan," katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga posisi NU sebagai kekuatan penengah yang mampu menjadi perekat persatuan bangsa, mengedepankan kemaslahatan umat, serta menjaga keseimbangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam sesi dialog, mayoritas peserta yang berasal dari PWNU Banten dan PCNU se-Banten menyatakan sepakat dengan gagasan yang disampaikan Gus Rozin.
Baca juga: Gus Rozin Tegaskan Masa Depan NU Ditentukan Kekuatan Pesantren
Silaturahim tersebut dilangsungkan dalam rangka memperkuat konsolidasi PWNU Banten dan PCNU se-Banten menjelang berbagai agenda strategis organisasi, sekaligus menegaskan komitmen NU untuk terus memperkuat ukhuwah nahdliyah, memajukan pesantren, serta berkhidmat bagi umat, bangsa, dan negara.