Banteng Mahakam FC Kirim 25 Pemain Terbaik Berlaga di Soekarno Cup III 2026
Miftah Aulia Anggraini August 07, 2026 08:07 AM

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Kongres Biasa PSSI yang dihelat di Jakarta pada Agustus 2026 menandai babak baru yang krusial bagi ekosistem sepak bola nasional. 

Melalui momentum ini, PSSI secara resmi menetapkan struktur kompetisi yang semakin kokoh lewat kehadiran tiga klub baru dibawah keluarga besar Banteng Football Group, yakni de Red FC (Surabaya/Liga 2), Putra Sang Fajar FC (Blitar/Liga 3), dan Banten Jatim FC (Surabaya/Liga 4).

Kehadiran tiga klub profesional ini melengkapi mata rantai pembinaan sepak bola tanah air dari level akar rumput hingga profesional. 

Sejalan dengan angin segar tersebut, Banteng Mahakam FC sebagai representasi Kalimantan Timur langsung bergerak cepat menunjukkan taring dan komitmen nyatanya.

Baca juga: 2 Klub Super League Ajukan Perubahan Nama dan Home Base di Kongres PSSI 2026

Klub kebanggaan Benua Etam ini resmi memberangkatkan 25 pemain muda terbaik Kaltim untuk berlaga di ajang bergengsi Soekarno Cup III Tahun 2026 di Surabaya. 

“Keikutsertaan ini dikawal langsung oleh keputusan resmi DPD PDI Perjuangan Provinsi Kaltim yang membentuk panitia pelaksana serta tim ofisial khusus demi mengoptimalkan pembinaan generasi muda Kaltim di bidang olahraga,” kata Ketua Steering Committee Liga Soekarno Cup III Kaltim sekaligus Team Manager Banteng Mahakam FC, Priskila Evalianitha Randabunga, Kamis (6/8/2026).

Lebih dari sekadar mengejar trofi, Banteng Mahakam FC hadir sebagai kawah candradimuka untuk membentuk karakter, disiplin, sportivitas, dan mental juara para pesepakbola belia Kaltim agar mampu menembus ketatnya persaingan di level nasional.

Baca juga: PSSI Puji Pembinaan Sepak Bola Usia Dini dalam Turnamen di Balikpapan

Dengan disahkannya klub-klub baru tersebut, pembinaan sepak bola kini terbentang sangat jelas dan terstruktur dari bawah hingga puncak:

Grassroots dan Elite Youth

  • Banteng Mahakam FC (Pembinaan Nasional U-17)
  • Banten Jatim FC (Liga 4)
  • Putra Sang Fajar FC (Liga 3)
  • de Red FC (Liga 2)

Model piramida ini memastikan setiap pemain muda berbakat memiliki jalur karir (career path) yang terang dan terukur, sehingga prestasi di kelompok umur tidak berhenti di tengah jalan, melainkan berlanjut mulus ke jenjang profesional.

Baca juga: PSSI Paser Fokus Gelar Liga Antardesa dan Piala Soeratin pada 2026

Keluarga Besar Banteng meyakini bahwa masa depan gemilang sepak bola Indonesia hanya bisa dicapai melalui formula komprehensif yang mencakup pembinaan usia muda yang berkesinambungan, tata kelola klub yang profesional, penguatan pendidikan karakter, penerapan sport science, peningkatan kualitas pelatih dan tenaga pendukung, kolaborasi erat antara pemerintah, PSSI, sekolah, akademi, dan masyarakat.

Sinergi lintas sektor ini diyakini mampu melahirkan lebih banyak mutiara-mutiara hitam maupun talenta emas asal Indonesia yang siap mengharumkan nama bangsa di kancah nasional maupun internasional.

Ketua Steering Committee Liga Soekarno Cup III Kaltim sekaligus Team Manager Banteng Mahakam FC, Priskila Evalianitha Randabunga menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar urusan teknis di atas rumput hijau, melainkan sebuah gerakan moral membangun masa depan bangsa.

Dengan mengusung visi "Membangun karakter pejuang, membina talenta bangsa, dan mewujudkan mimpi Indonesia menuju Piala Dunia" serta tagline penuh kobaran semangat “Dari Semangat Perjuangan di Soekarno Cup, Lahir Generasi Piala Dunia Indonesia.”

Baca juga: PSSI Paser Wajibkan Klub Daftarkan Pemain di SIAP, Data Terhubung Nasional

Banteng Mahakam FC membuktikan dedikasinya dari Kalimantan Timur untuk Indonesia, dari pembinaan menuju prestasi dunia.

"Kami tidak hanya membangun sebuah tim untuk bertanding, tetapi membangun sebuah sistem pembinaan yang memberi harapan bagi generasi muda. Banteng Mahakam FC menjadi pintu bagi talenta Kalimantan Timur menuju kompetisi nasional, sementara hadirnya de Red FC, Putra Sang Fajar FC, dan Banten Jatim FC membuka jalur karir yang lebih jelas menuju sepak bola profesional. Kami ingin setiap anak yang bermimpi menjadi pesepakbola memiliki kesempatan untuk berkembang melalui ekosistem yang terstruktur dan berkelanjutan," ungkap Priskila. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.