Renungan Harian Katolik Jumat 7 Agustus 2026, Elakan Ego Melangkah di Jalan Tuhan Itulah Salib Hidup
Oby Lewanmeru August 07, 2026 10:19 AM

Oleh : Pater Frans Funan Banusu SVD

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Hari Jumat Pekan XVIII 7 Agustus 2026 dari Pater Frans Funan Banusu SVD berjudul: Elakan Ego: Melangkah di Jalan Tuhan Itulah Salib Hidup.

Yesus mengajar para murid-Nya tentang tiga kualitas seorang murid sejati: sangkal diri, pikul salib dan ikut Dia. Kepentingan pribadi (egoisme) kontras dengan tiga tuntutan murid sejati sebab tidak mengakomodir kesenangan yang dipromosikan dunia. 

Kenyamanan diri sendri; tidak perlu peduli dengan orang, urus diri masing-masing biar relasi  tetap terjamin dengan orang lain; keadilan, kebenaran, kebaikan itu urusan pribadi. Inilah ego ekstrem yang mesti dihindari. 

Sebagai murid-murid-Nya, Yesus tegas, sangkal diri: tinggalkan kesenangan duniawi itu yang hanya menjanjikan eforia belakan dan bukan damai serta sukacita batiniah. 

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 5 Agustus 2026, Dikuatkan untuk Memikul Salib Hidup

Pikul salib: berani perangi ketidakadilan, kejahatan struktural yang menindas kaum lemah, masuk dalam ruang diri perangi kelemahan sendiri. Bagi murid sejati Yesus menjanjikan keselamatan dan bukan kesenangan sesaat atau kenyamanan diri kini.

Pengorbanan demi menggapai hal yang lestari dalam hidup, Tuhan menjanjikan kemenangan,  dan Tuhan sendiri menyertai, mengarahkan untuk terus melangkah di jalan-Nya sendri (ikut Dia) demi menggapai hidup sejati. Syaratnya adalah berada terus di jalan Tuhan, setia, tekun, sabar dan mau berkorban. 

Pemazmur menanggapi dalam madahnya, "Dekatlah sudah hari bencana bagi orang-orang jahat, dan segera datanglah apa yang telah disediakan bagi mereka. Sebab Tuhan akan memberi keadilan kepada umat-Nya, dan akan merasa sayang akan hamba-hamba-Nya." 
(Mzm. 32:35cd-36ab). Tuhan berlaku adil dan mengasihi umat-Nya yang  setia.


Hikmat yang dapat kita petik:

Segala sesuatu yang kita lakukan merupakan moment penting kita menanam dalam lahan hidup. Ganjaran yang bakal kita peroleh adalah masa di mana kita memanen.

 Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Kebaikan mengalahkan kejahatan. Kebaikan tetap kokoh berdiri, kejahatan akan runtuh, berlalu dan sirna.

Ego menutup diri untuk bertumbuh, berkembang dalam hal-hal rohani yang mengubah, membentuk dan membarui.

Orang egois nekat mati dalam kerapuhannya. Sabda Tuhan sangat berdaya untuk menyelamatkan dan hidup doa tetap memainkan peran penting dalam hidup orang beriman sejati.

Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua murid-murid sejati Tuhan. (RP. FF. Arso Kota, Jumat/Pekan Biasa XVIII/A/II, 070826). (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.