TRIBUNPALU.COM - Penerbangan internasional perdana rute Palu–Guangzhou, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), resmi mengudara dari Bandara Internasional Mutiara Sis Aljufri Palu, Kamis (6/8/2026).
Penerbangan perdana ini mengakhiri penantian panjang dibukanya kembali konektivitas penerbangan luar negeri langsung dari Provinsi Sulawesi Tengah.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, hadir langsung menandai peresmian pembukaan rute internasional penerbangan tersebut.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap rute baru ini mampu mendongkrak sektor perdagangan, investasi, hingga pariwisata daerah.
Penerbangan perdana ini dioperasikan oleh maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia.
Sebanyak 157 penumpang terdaftar dalam penerbangan dari Kota Palu menuju Guangzhou tersebut.
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu memberikan pelayanan pemeriksaan keimigrasian secara ketat kepada seluruh penumpang.
Baca juga: Nekat Pinjamkan KTP Buat Judol? Kadinsos Palu Tegaskan Bansos Pusat Otomatis Dicabut Sistem
Proses pemeriksaan berlangsung tertib, aman, dan lancar berkat kesiapan personel serta perangkat keimigrasian yang memadai.
Baca juga: Kepala Imigrasi Palu Temui Kajati Sulteng, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Muhammad Akmal, memastikan jajarannya telah melakukan persiapan matang jauh hari.
"Kami telah menyiapkan personel dan seluruh sarana pendukung sehingga pelayanan dapat berjalan secara optimal," ujar Akmal.
Ia menilai momentum ini sangat penting dalam meningkatkan mobilitas masyarakat dan memperluas peluang investasi daerah.
Keberadaan rute ini diharapkan memperkuat hubungan bilateral antara Sulawesi Tengah dengan Republik Rakyat Tiongkok.
Akmal menegaskan komitmen Imigrasi Palu untuk menghadirkan pelayanan yang profesional, cepat, dan akuntabel.
Meski memberikan pelayanan optimal, pihak Imigrasi menegaskan fungsi pengawasan tetap menjadi prioritas utama.
"Selain memberikan pelayanan optimal, kami tetap menjalankan fungsi pengawasan keimigrasian sesuai ketentuan," tegasnya.
Langkah ini diambil guna mendukung kelancaran konektivitas internasional di Sulawesi Tengah secara berkelanjutan.(*)