Vespa Klasik Rela Membelah Malam Sepaku demi Gunung Parung dan Goa Cinta IKN Nusantara
Budi Susilo August 07, 2026 11:09 AM

Vespa Klasik Rela Membelah Malam Sepaku demi Gunung Parung dan Goa Cinta IKN Nusantara

Oleh: Syukril Jamil, Penjelajah ILO Next Trip

Pengalaman pertama kali, saya pergi bersama teman-teman dari komunitas ILO Next Trip memakai vespa klasik. Cat motor masih ngejreng mencolok, cocok dipakai untuk menempuh rute daratan ke Sepaku, kawasan IKN Nusantara, Provinsi Kalimantan Timur.

Memulai perjalanan dari Balikpapan, konvoi susur daratan jalan aspal ke lokasi Sepaku untuk mendaki Gunung Parung, IKN Nusantara. 

Perjalanan dimulai pada Sabtu 1 Agustus 2026 tengah malam, sekitar pukul 11.00 Wita.

Satu-satunya peserta perjalanan ke Gunung Parung yang bawa motor vespa hanyanya saya. Senang sekaligus bangga, kan jadi pembeda. Lain-lainnya bawa motor modern matik, motor trail hingga ada yang kendaraan mobil. 

Motor vespa yang saya tunggangi tangguh. Sebelum diajak berkelana ke Gunung Parung IKN Nusantara, vespa dibawa ke montir, cek kesehatan mesin. 

Menembus gelapnya malam dilalu, diterobos secara perkasa. Meski lampu belakang vespa mati tidak membuat celaka. Jalan bareng, vespa melanggeng ngebut, tidak mau kalah dengan yang lainnya, mesin masih andal, tangguh. 

Keseruan bersama vespa klasik, asyik untuk dilupakan memori menapak daratan ke Gunung Parung. 

Sekitar pukul 02.00 Wita, rombongan tiba di Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, pos registrasi Gunung Parung IKN Nusantara. 

Dari tempat ini, motor vespa klasik saya tidak dilanjutkan dibawa naik ke Gunung Parung. Lantaran jalan treknya tidak memungkinkan, terjal berbatu. Terpaksa vespa harus diistirahatkan di area parkiran jalan perusahaan kayu, ITCI.

MENDAKI GUNUNG PARUNG - Foto bersama penjelajah alam Gunung Parung, IKN Nusantara, Provinsi Kalimantan Timur, yang tergabung dalam komunitas ILO Next Trip pada Minggu dini hari, 2 Agustus 2026. (HO/ILO Next Trip) 
MENDAKI GUNUNG PARUNG - Foto bersama penjelajah alam Gunung Parung, IKN Nusantara, Provinsi Kalimantan Timur, yang tergabung dalam komunitas ILO Next Trip pada Minggu dini hari, 2 Agustus 2026. (HO/ILO Next Trip)

Berjalan kaki, bergerombolan, menapak daratan Sepaku bersama-sama kawan dari komunitas ILO Next Trip di Gunung Parung jadi pengalaman pertama kali.

Menembus malam dini hari. Angin dingin. Keseruan yang tidak bisa dilupakan.  

Rasa lelah dan pakaian yang kuyup karena keringat basah, dibayar saat tiba di puncak Gunung Parung, IKN Nusantara, sekitar pukul 04.00 Wita. 

Tidak sendiri, ramai di puncak, melakukan foto bersama. Istirahat menikmati canda gurau, bincang-bincang yang akan jadi memori tidak terlupakan. 

Baca juga: Komunitas ILO Next Trip Dialog Sapa Alam di Balikpapan, Soroti Isu Etika Lingkungan

Saya sendiri, usai habis foto-foto, mencari pijakan batu keras untuk tempat istirahat sejenak, sambil menunggu waktu sholat subuh. 

Dari sinilah saya merenung dari ketinggan puncak 687 MDPL Gunung Parung IKN Nusantara. 

Ada kasur empuk yang memeluk lelap. Malah memilih tidur di atas batu yang dingin dan lembap.

Ada lampu rumah yang terang benderang, malah mengejar gelapnya hutan Gunung Parung IKN Nusantara.

Ada jalan aspal yang mulus membentang, malah mencari tanjakan terjal, akar, dan bebatuan yang menghadang.

Ada kopi hangat di teras rumah, malah menyeduh mie di puncak sambil diterpa angin yang pasrah.

Orang bilang, “capek-capek amat buat apa?.” 

Buat saya, perjalanan mendaki gunung tak pernah bisa dijelaskan dengan logika cuma perlu tukang urut setelahnya dan berharap ada ojek buat kembali ke rumah.

Usai fajar menyingsing, terlihat dari puncak Gunung Parung IKN Nusantara, saya pun tidak melewatkan momen langka nan mahal.

GUNUNG PARUNG IKN - Pendaki dari komunitas ILO Next Trip berfoto bersama di puncak Gunung Parung, IKN Nusantara, Kalimantan Timur, Minggu 2 Agustus 2026 dini hari. (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO)
GUNUNG PARUNG IKN - Pendaki dari komunitas ILO Next Trip berfoto bersama di puncak Gunung Parung, IKN Nusantara, Kalimantan Timur, Minggu 2 Agustus 2026 dini hari. 

Ambil video dari smartphone, merekamnya. Ini untuk oleh-oleh buat keluarga, istri dan anak tercinta di rumah. Berbagi kenangan indah bersama keluarga. Suatu saat bisa ajak keluarga ke sini. 

Perjalanan ILO Next Trip tidak berhenti pada puncak Gunung Parung IKN Nusantara akan tetapi saat terang matahari mulai muncul, susuri turunan gunung ke arah Goa Cinta yang suguhkan keindahan. 

Goa yang terdiri bebatuan alami, jadi tempat spot yang asyik untuk direkam jadi foto dan video.

Masuk goa yang luas, adem, dan estetik. Dari momen inilah kagum bertambah pada Gunung Parung IKN Nusantara ini.

Bentuk dari lubang goa di atap memang serupa membentuk hati, makanya tidak heran orang sering sebut ini goa cinta. 

Cahaya yang masuk dari atas dari penerangan alami, bagus untuk sesi pemotretan. 

Seru, jalan-jalan ke Gunung Parung IKN Nusantara. Terima kasih Sepaku. Terbaik untuk alamnya, jaga terus kelestarian lingkungannya. 

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.