Makassar (ANTARA) - Universitas Hasanuddin (Unhas) himpun 24 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) dalam memperkuat sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi.

Ketua LPMPP Unhas Prof Rini Rachmawaty dalam keterangannya di Makassar, Jumat, mengatakan pelaksanaan Temu Nasional Jaringan Penjaminan Mutu (JPM) di Makassar ini merupakan momentum menyamakan persepsi dalam merespons perubahan kebijakan sekaligus memperkuat budaya mutu di perguruan tinggi.

"Melalui forum ini, setiap PTNBH dapat saling berbagi pengalaman dan praktik baik sehingga lahir rekomendasi yang dapat memperkuat sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi secara nasional," katanya.

Rektor Unhas Prof Dr Jamaluddin Jompa, menegaskan peningkatan kualitas perguruan tinggi harus dibangun melalui semangat bertumbuh bersama.

"Target kita adalah membawa perguruan tinggi Indonesia agar semakin maju. Kita tidak perlu saling bersaing, tetapi bagaimana seluruh perguruan tinggi dapat tumbuh bersama melalui kolaborasi dan saling belajar," katanya.

Perubahan kebijakan hendaknya dipandang sebagai peluang untuk melakukan pembenahan. Perguruan tinggi dituntut menghadirkan berbagai inovasi dalam pembelajaran, tata kelola akademik, hingga penyusunan instrumen akreditasi yang mampu menjawab kebutuhan zaman.

"Jangan menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti berkembang. Justru dari tantangan lahir berbagai solusi yang mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi," urai Prof JJ.

Rangkaian forum diisi dengan paparan best practice pengusulan Akreditasi Internasional Perguruan Tinggi (AIPT) oleh Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Negeri Yogyakarta.Melalui pemaparan tersebut, peserta mendiskusikan berbagai strategi dalam membangun budaya mutu yang berdaya saing global.

Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan penyusunan rekomendasi implementasi Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 dan Peraturan BAN-PT Nomor 35 Tahun 2025, yang diharapkan dapat memperkuat tata kelola penjaminan mutu di lingkungan PTNBH.