TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Barat (Sulbar) terus menggenjot sejumlah proyek strategis di wilayah Sulbar. Salah satu proyek terbesar yang tengah dikerjakan saat ini adalah preservasi ruas Jalan Karossa-Topoyo di Kabupaten Mamuju Tengah.
Kepala Seksi Preservasi BPJN Sulbar, Andi Sata' M mengatakan proyek tersebut merupakan salah satu proyek percontohan (pilot project) long segment modifikasi dengan menggunakan teknologi bahan aspal Buton murni.
"Jalan Karossa-Topoyo Proyeknya sudah mencapai sekitar 28,31 persen" kata Andi Sata' kepada wartawan saat diwawancarai di depan kantor BPJN Sulbar pada Jum'at (7/8/2026).
Baca juga: 995 Senjata dan Narkoba Ditemukan di Sekolah Swasta Jaksel, DPR Minta Polisi Bongkar Jaringan
Baca juga: Panitia Mulai Matangkan Persiapan HUT ke-22 Sulbar, Libatkan Masyarakat Lewat Beragam Kegiatan
Ia menjelaskan, proyek Karossa-Topoyo merupakan pekerjaan multiyears yang akan berlangsung hingga 31 Desember 2027.
Panjang ruas yang ditangani mencapai sekitar 96,9 kilometer, mulai dari wilayah Tarailu (Jembatan Sempaga) hingga kecamatan Karossa.
Menurut Andi, proyek tersebut mencakup perbaikan minor, perbaikan mayor, hingga pelebaran jalan menuju standar.
Terdapat juga pemeliharaan rutin yang dilaksanakan sepanjang ruas jalan untuk menjaga indikator kinerja jalan.
Andi juga mengungkapkan, proyek Karossa-Topoyo ini akan menjadi pilot project di Sulawesi Barat yang menggunakan aspal Buton murni sebagai pengganti aspal minyak yang selama ini digunakan dalam pembangunan jalan.
Sekitar 45 kilometer ruas jalan akan menggunakan material aspal buton murni dalam mendukung pengunaan produk dalam negeri.
Bahan baku aspal Buton murni sendiri berasal dari Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, dan dinilai memiliki karakteristik (kualitas) teknis yang lebih unggul dibandingkan aspal minyak konvensional.(*)