Kopi Liberika Kalbar Curi Perhatian di Sarawak, Aftertaste Pisang dan Nangka Bikin Pengunjung Antre
Dhita Mutiasari August 07, 2026 11:27 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Kopi Liberika asal Kalimantan Barat menjadi salah satu daya tarik dalam Ekspo Hasil Hutan Bukan Kayu (NTFP) Zona Selatan di Plaza Merdeka, Kuching, Sarawak, Malaysia.

Melalui stan 101 Coffee House, pengunjung diperkenalkan dengan cita rasa khas kopi Liberika yang memiliki karakter berbeda dibanding Arabika maupun Robusta.

Kehadiran kopi khas Kalbar ini merupakan bagian dari promosi produk unggulan daerah yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK).

Ekspo bertema "Support Local Hands, Sustain Natural Lands" tersebut berlangsung mulai 31 Juli hingga 9 Agustus 2026 dan menjadi ajang memperkenalkan hasil hutan bukan kayu dari berbagai daerah.

• Dorong Kopi Liberika Melawi Berindikasi Geografis, Kemenkum Kalbar Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

101 Coffee House Bawa Kopi dari Petani Kalbar

Owner 101 Coffee House, Siti Mashita, mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti pameran internasional tersebut.

Menurutnya, produk yang dibawa merupakan hasil kemitraan dengan petani kopi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat, seperti Sendoyan, Sambas, Landak, hingga Pasak Piang, Kabupaten Kubu Raya.

"Kami membawa andalan utama, yaitu Liberika dan Robusta, yang seluruhnya bersumber dari mitra petani binaan kami," ujarnya.

Keunikan Kopi Liberika

Siti menjelaskan, Liberika merupakan salah satu spesies kopi yang mampu tumbuh baik di lahan gambut dengan tingkat keasaman tinggi, sehingga sangat sesuai dengan karakteristik lahan di Kalimantan Barat.

Berbeda dengan Arabika maupun Robusta, Liberika memiliki kadar kafein yang lebih rendah sehingga dinilai lebih ramah bagi penikmat kopi yang sensitif terhadap kafein.

Keunikan lainnya terdapat pada cita rasanya.

Menurut Siti, Liberika meninggalkan aftertaste buah tropis, terutama aroma pisang ambon matang dan nangka, yang menjadi karakter khas kopi Kalbar.

Pengunjung Sarawak Antusias Mencicipi

Awalnya, banyak pengunjung yang belum mengenal kopi Liberika karena pasar Sarawak lebih akrab dengan Arabika maupun Robusta.

Namun setelah mencicipinya, respons yang diterima sangat positif.

Bahkan, sejumlah pelaku usaha kedai kopi di Sarawak mulai menunjukkan ketertarikan menjadikan Liberika sebagai salah satu menu mereka.

Menurut Siti, banyak pengunjung tidak menyangka Indonesia, khususnya Kalimantan Barat, memiliki kopi dengan karakter rasa yang unik dan mampu bersaing dengan produk internasional.

Target Membuka Peluang Ekspor

Keikutsertaan dalam NTFP Sarawak tidak hanya bertujuan memperkenalkan produk, tetapi juga membuka peluang kerja sama dagang dan memperluas pasar ekspor.

101 Coffee House berharap kehadiran mereka dapat menarik pembeli tetap yang bersedia memasarkan kopi Liberika Kalbar ke pasar internasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani kopi binaan.

Dukungan Pemprov Kalbar

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat, Ir. H. Adi Yani, M.H, mengatakan keikutsertaan Kalbar dalam Ekspo Hasil Hutan Bukan Kayu di Malaysia merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah memperluas akses pasar internasional bagi komoditas unggulan.

Menurutnya, kopi Liberika yang dikembangkan melalui skema perhutanan sosial dan pengelolaan hutan berkelanjutan memiliki potensi besar untuk menembus pasar global.

Ia berharap promosi di Malaysia dapat membuka peluang kerja sama perdagangan, investasi, hingga hilirisasi produk sehingga kopi Liberika Kalbar semakin dikenal di mancanegara.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan terus mendorong peningkatan kualitas produk, sertifikasi, penguatan kelembagaan perhutanan sosial dan kelompok tani hutan, serta pengembangan industri hilir agar manfaat ekonominya semakin dirasakan masyarakat.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.