Menkeu Purbaya Diisukan Bakal Diganti, Inilah Raden Pardede Sosok Penggantinya 
Rita Lismini August 07, 2026 11:54 AM

TRIBUNBENGKULU.COM - Nama ekonom senior Raden Pardede menjadi sorotan setelah dirumorkan bakal menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan (Menkeu).

Rumor tersebut mencuat di tengah kritik terhadap kinerja ekonomi pemerintah yang disampaikan ekonom Ferry Latuhihin.

Melalui kanal YouTube miliknya pada Senin (27/7/2026), Ferry menilai hasil survei terhadap Purbaya bukan tanpa alasan. Menurutnya, berbagai indikator ekonomi saat ini menunjukkan tren pelemahan sehingga sejalan dengan rendahnya tingkat kepuasan publik terhadap Menteri Keuangan.

"Pak Purbaya tidak perlu merasa bete karena survei itu memang didukung oleh angka-angka ekonomi. Misalnya, Purchasing Managers Index (PMI) kita jatuh dari level 50 ke 46,9 yang menandakan sektor manufaktur berada dalam zona kontraksi," kata Ferry.

Ferry menjelaskan, indeks kepercayaan konsumen juga terus mengalami penurunan, dari 126 pada Januari 2026 menjadi 117 pada Juni 2026. Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan daya beli masyarakat mulai melemah.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti neraca perdagangan Indonesia yang berubah dari surplus menjadi defisit. Setelah mencatat surplus selama 72 bulan berturut-turut, Indonesia pada Juni 2026 mengalami defisit sebesar 1,61 miliar dolar Amerika Serikat.

"Inflasi pun ikut mendukung karena trennya naik, meskipun levelnya masih dalam target Bank Indonesia (BI), yakni di bawah 3,5 persen," ujarnya.

Ferry menambahkan, kondisi nilai tukar rupiah juga menjadi indikator yang patut diperhatikan. Menurutnya, Bank Indonesia harus bekerja keras melakukan intervensi agar nilai tukar dolar Amerika Serikat tidak menembus Rp18.000.

"Untuk kondisi ekonomi kita yang tidak memuaskan, menurut saya yang harus bertanggung jawab adalah Menteri Keuangan. Sebab hal ini tidak terlepas dari kebijakan fiskalnya," ucap Ferry.

Selain menyoroti kondisi ekonomi, Ferry juga mengkritik kebijakan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam pengawasan kepatuhan wajib pajak melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-08/PJ/2026.

Menurutnya, kebijakan tersebut membuat masyarakat merasa tidak nyaman dan menjadi gambaran bahwa kondisi fiskal Indonesia sedang menghadapi tekanan.

"Saya rasa Purbaya bukan orang tepat untuk menduduki posisi Menteri Keuangan. Kalau hanya mengejar pajak dan mengeluarkan surat utang, semua orang bisa melakukannya," katanya.

Ferry pun mengimbau Presiden Prabowo Subianto untuk mempertimbangkan sosok lain yang dinilai lebih tepat mengisi jabatan Menteri Keuangan. Di tengah mencuatnya kritik tersebut, nama Raden Pardede ikut dirumorkan sebagai calon pengganti Purbaya. Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah terkait isu pergantian Menteri Keuangan tersebut.

Lantas, siapakah Raden Pardede yang diisukan menggantikan Menkeu Purbaya?

Profil Raden Pardede

Raden Pardede merupakan seorang ekonom senior Indonesia kelahiran 17 Mei 1960, yang dikenal luas atas kiprahnya di sektor keuangan dan pemerintahan.

Ia meraih gelar Insinyur Teknik Kimia dari ITB (1984) dan PhD Ekonomi dari Boston University, AS (1995).

Saat ini ia menjabat sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset serta Komisaris Independen BCA.

Raden Pardede juga dikenal sebagai tokoh Batak Toba dan salah satu ekonom berpengaruh di Indonesia.

Ia memiliki reputasi sebagai perencana skenario ekonomi dan pakar kebijakan makroekonomi.

Kiprahnya di sektor publik dan swasta membuatnya sering disebut sebagai kandidat potensial untuk jabatan strategis, termasuk Menteri Keuangan.

Biodata Singkat

- Nama: Raden Pardede

- Tanggal Lahir: 17 Mei 1960

- Usia: 66 tahun (2026)

Pendidikan:

- Insinyur Teknik Kimia, Institut Teknologi Bandung (1984)

- PhD Ekonomi, Boston University, Amerika Serikat (1995)

- Profesi: Ekonom, akademisi, komisaris, dan pejabat perusahaan negara

Karier:

- Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (2004–sekarang)

- Komisaris Independen PT Bank Central Asia (BCA) sejak 2004

- Ketua Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur Indonesia (2004–2005)

- Staf Khusus Menko Perekonomian RI (2004–2005)

- Deputy Chair National Economic Committee (2010–2014)

- Special Staff Menteri Keuangan (2008–2010)

- Ketua Forum Stabilitas Sistem Keuangan (2007–2009)

- Direktur Eksekutif dan Chief Economist PT Danareksa (2002–2004)

- Pendiri Danareksa Research Institute (1995)

- Konsultan di World Bank (1994–1995) dan Asian Development Bank (2000–2001)

- Staf Perencanaan Departemen Perindustrian RI (1985–1990)

- Process Engineer di PT Pupuk Kujang (1985)

- Pengajar tamu di ITB, Universitas Indonesia, dan Prasetiya Mulya Business School

Kontribusi dan Kiprah:

- Aktif memberi masukan dalam sidang CGI (2000) dan sidang IMF (2001).

- Turut memberi saran kepada Departemen Keuangan, Bank Indonesia, dan Kantor Wakil Presiden.

- Berpengalaman dalam moneter, perencanaan pembangunan ekonomi, kebijakan fiskal, perbankan, dan stabilitas sistem keuangan.

 

Sumber: TribunMedan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.