Harga Rumah Naik Tipis, Pekanbaru dan Banjarmasin Melonjak Paling Tinggi
Idris Rusadi Putra August 07, 2026 01:30 PM

Liputan6.com, Jakarta - Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia menunjukkan bahwa harga rumah primer tumbuh tipis. Hal ini tercermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan II 2026 yang berada di level 110,89 atau naik 0,69% secara tahunan (yoy), sedikit lebih tinggi dari triwulan I 2026 yang sebesar 0,62% (yoy).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso menjelaskan, kenaikan tersebut utamanya didorong oleh rumah tipe besar. Indeks harga rumah tipe besar tercatat sebesar 108,41 atau tumbuh 0,68% (yoy), naik dibanding triwulan I 2026 yang tumbuh 0,50% (yoy).

"Di sisi lain, laju harga rumah tipe kecil justru melambat ke level 113,89 dengan pertumbuhan 0,49% (yoy), setelah sebelumnya tumbuh 0,61% (yoy) pada triwulan I 2026. Sementara itu, harga rumah tipe menengah tercatat stabil di angka 114,01," ujar Denny dikutip dari keterangan resmi BI di Jakarta, Jumat (7/8/2026).,

Secara wilayah, dari 18 kota yang disurvei, sebanyak 10 kota mencatatkan kenaikan harga tahunan, 7 kota mengalami penurunan, dan 1 kota relatif stabil. Banjarmasin menjadi salah satu kota yang mengalami lonjakan pertumbuhan harga pada triwulan II 2026 sebesar 1,29% (yoy), naik drastis dari 0,52% (yoy). Kenaikan signifikan juga terjadi di Pekanbaru yang berbalik tumbuh 3,23% (yoy) dari sebelumnya terkontraksi 0,03% (yoy).

"Sebaliknya, laju harga rumah di Padang dan Balikpapan melambat masing-masing menjadi 0,63% (yoy) dan 1,19% (yoy), dari posisi triwulan sebelumnya sebesar 1,21% (yoy) dan 1,44% (yoy)," katanya.

Harga Secara Triwulanan

Anak-anak saat bermain di kompleks perumahan subsidi Griya Srimahi Indah, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Anak-anak saat bermain di kompleks perumahan subsidi Griya Srimahi Indah, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Secara triwulanan, harga rumah di pasar primer pada triwulan II 2026 naik 0,26% (qtq), lebih tinggi dibandingkan triwulan I 2026 yang cuma tumbuh 0,04% (qtq). Pendorong utamanya adalah rumah tipe menengah yang berhasil tumbuh 0,40% (qtq) setelah sempat minus 0,01% (qtq) di triwulan sebelumnya. Rumah tipe besar juga naik 0,26% (qtq) dari sebelumnya 0,06% (qtq).

Sebaliknya, harga rumah tipe kecil turun tipis 0,02% (qtq) setelah sempat tumbuh 0,06% (qtq) pada triwulan I 2026.

Secara spasial triwulanan, kenaikan harga tertinggi terjadi di Pekanbaru sebesar 3,26% (qtq) dan wilayah Jabodebek-Banten sebesar 0,23% (qtq), melonjak dari triwulan I 2026 yang masing-masing tercatat 0,00% (qtq) dan 0,04% (qtq).

Sementara itu, Padang dan Balikpapan mengalami penurunan terbesar dengan kontraksi masing-masing 0,26% (qtq) dan 0,08% (qtq), padahal pada triwulan I 2026 keduanya kompak tumbuh 1,08% (qtq).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.