TRIBUNTRENDS.COM - Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan seluruh korban yang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Dramaga mendapatkan penanganan medis secara maksimal.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan para pasien akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.
Dengan demikian, keluarga maupun orang tua yang mendampingi pasien diminta tidak mengkhawatirkan persoalan biaya perawatan.
Pernyataan tersebut disampaikan Rudy usai menjenguk para pasien yang dirawat di Puskesmas Dramaga pada Jumat (7/8/2026) dini hari.
Ia menyebut kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Selain memastikan pembiayaan pengobatan, pemerintah juga terus memantau kondisi kesehatan seluruh pasien yang menjalani perawatan.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 24 orang harus mendapatkan penanganan medis setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan dari program MBG.
Kasus tersebut masih menjadi perhatian pemerintah daerah untuk memastikan penyebab kejadian dapat diketahui secara menyeluruh.
Sementara itu, proses penanganan dan pemantauan terhadap para korban terus dilakukan hingga kondisi mereka dinyatakan pulih.
Baca juga: Banyak Kasus Keracunan, Muncul Dugaan Sabotase MBG, Sudaryono: Jika Sengaja, Kami Serahkan ke Polisi
"Untuk pengobatan bagi yang diduga keracunan, semua ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Bogor," ujarnya, Jumat (7/8/2026).
Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian komitmen dari Pemerintah Kabupaten Bogor dalam melayani warganya.
"Tentunya kami akan berikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bogor," katanya.
Baca juga: Bocah 12 Tahun Diduga Jadi Korban Pencabulan Tukang Fotokopi di Bogor, Diiming-imingi Handphone
Sebagai informasi, dalam kejadian ini sebanyak 24 orang harus menjalani perawatan di Puskesmas Dramaga karena diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi MBG.
Pasien yang terdiri dari puluhan murid sejumlah sekolah dasar dan terdapat orang dewasa itu mengalami gejala pusing, lemas, hingga muntah-muntah.
Mereka merasakan gejala tersebut setelah memakan hasil olahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dramaga Ciherang 2.
Baca juga: Rumah Febrie Adriansyah di Sentul Bogor Tak Tercatat dalam LKHPN, Diduga Pakai Nama Orang Lain
Saat ini, Dinkes Kabupaten Bogor sedang melakukan penelusuran dengan menguji sampel makanan untuk mengungkap secara pasti penyebab keracunan.
Sementara itu, sebanyak 22 pasien masih menjalani perawatan di Puskesmas Dramaga, sedangkan dua lainnya telah diperbolehkan pulang.
(TribunTrends.com/TribunnewsBogor.com)