2 Tangan Diamputasi Usai Kecelakaan Kerja, Warga Battetangga Polman Butuh Bantuan Tangan Palsu
Nurhadi Hasbi August 07, 2026 01:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Armin (50), warga Desa Battetangga, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, membutuhkan bantuan untuk memasang tangan prostetik setelah kedua tangannya diamputasi akibat kecelakaan kerja.

Sudah empat bulan Armin menjalani hari-harinya tanpa kedua tangan.

Pria yang dahulu bekerja sebagai buruh bangunan demi membiayai kuliah anaknya itu kini harus menjalani aktivitas dengan bantuan keluarga.

Bahkan, untuk makan dan minum pun ia harus disuapi.

Baca juga: Nasib Pilu Armin, Buruh Bangunan di Polman Kesetrum Listrik saat Kerja, Kedua Tangan Diamputasi

Nasib malang menimpanya setelah mengalami kecelakaan kerja pada akhir April 2026 lalu.

Kesetrum listrik bertegangan tinggi membuat kedua tangannya harus diamputasi.

Sebelum musibah itu, Armin bekerja sebagai buruh bangunan dari satu proyek ke proyek lainnya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Dari hasil kerjanya, ia mampu membiayai kuliah anak pertamanya, Rifka Sahar (24).

Sementara anak keduanya, Muhammad Anugerah, saat ini masih duduk di bangku kelas IV sekolah dasar.

Namun, semuanya berubah.

Armin kini hanya bisa menjalani hari-harinya di rumah tanpa kedua tangan.

Kesetrum Saat Mengerjakan Bangunan

Musibah itu terjadi saat Armin mengerjakan pembangunan sebuah rumah bersama rekan-rekannya.

Ia tidak sengaja memegang besi yang teraliri listrik bertegangan tinggi.

"Tiba-tiba saya terjatuh saat pegang itu besi karena ada listrik, dan langsung tidak sadarkan diri," ungkap Armin saat dikunjungi, Jumat (7/8/2026).

Akibat insiden tersebut, kedua tangannya mengalami kerusakan parah hingga menghitam.

Tak hanya itu, kedua kakinya juga mengalami luka dan kulitnya terkelupas.

Beruntung, nyawanya masih dapat diselamatkan.

Armin menjalani perawatan selama 11 hari di RSUD Hajja Andi Depu Polman sebelum dirujuk ke Makassar.

Karena kondisi kedua tangannya sudah tidak dapat diselamatkan, akhirnya harus dilakukan tindakan amputasi.

Empat bulan berlalu sejak kecelakaan kerja itu, Armin kini berusaha kuat menjalani hidup tanpa kedua tangan.

"Tetap harus semangat. Saya punya dua anak dan istri. Sekarang yang jadi tulang punggung keluarga adalah istri saya. Dia tadi pergi ke kebun," ujarnya.

Istri Armin, Nurhayati (40), kini menjadi tulang punggung keluarga.

Selain mengurus rumah tangga, Nurhayati setiap hari bekerja di kebun menggantikan peran suaminya sebagai pencari nafkah.

Sementara itu, anak pertama mereka yang telah menyelesaikan kuliah masih berusaha mencari pekerjaan.

Butuh Bantuan Tangan Prostetik

Keluarga kecil itu kini tinggal menumpang di rumah kerabatnya di Dusun Passembarang, Desa Battetangga.

Mereka tidak lagi memiliki rumah sendiri.

Sebelum kecelakaan terjadi, Armin terpaksa menjual rumah dan tanah miliknya untuk melunasi utang.

Kini, Armin membutuhkan bantuan untuk memasang tangan prostetik pada kedua lengannya.

Biaya yang dibutuhkan untuk pemasangan alat tersebut diperkirakan mencapai Rp25 juta.

Melihat kondisi tersebut, warga sekitar berinisiatif menggalang dana untuk membangunkan rumah sederhana bagi Armin dan keluarganya.

"Kita sudah patungan, dari rumah ke rumah untuk minta sumbangan. Rencana kita mau bangunkan rumah panggung sederhana, lokasinya sudah ada," kata sahabat Armin, Ono.

Menurut Ono, dana awal telah terkumpul, namun jumlahnya masih belum mencukupi untuk membangun rumah tersebut.

Selain itu, bantuan juga dibutuhkan untuk biaya pemasangan tangan prostetik agar Armin dapat kembali beraktivitas secara lebih mandiri.

Karena itu, ia berharap masyarakat yang memiliki kepedulian dapat turut membantu meringankan beban keluarga Armin. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.