TRIBUNNEWSSULTRA.COM, BOMBANA - Tim Inafis Polres Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan identifikasi awal di lokasi kebakaran maut yang menewaskan ibu dan empat orang anaknya.
Peristiwa tragis itu menghanguskan sebuah rumah panggung yang terletak di Dusun Tondopi, Desa Tongkoseng, Kecamatan Tontonunu.
Rumah itu rata dengan tanah, usai terbakar pada Kamis (6/8/2026) dini hari.
Tim kepolisian Polres Bombana, langsung menerjunkan personel untuk melakukan identifikasi di Tempat Kejadian Perkara atau TKP.
Olah TKP adalah kegiatan teknis yang dilakukan penyidik atau aparat penegak hukum untuk memeriksa, mendokumentasikan, dan menganalisis lokasi peristiwa.
Dari hasil identifikasi awal, penyebab kebakaran diduga akibat obat nyamuk yang dibakar saat malam itu.
"Dari identifikasi awal masih diduga karena obat nyamuk itu," tutur Kasat Reskrim Polres Bombana, Iptu Cevin Thimorut Beryan Djari saat dikonfirmasi jurnalis TribunnewsSultra.com, Jumat (7/8/2026).
Berdasarkan rekaman video yang diperoleh TribunnewsSultra.com, petugas berada di lokasi untuk melakukan olah TKP.
Baca juga: Kondisi Suami Korban Kebakaran di Bombana Alami Luka Bakar di Kaki Usai Tendang Papan Rumah
Dalam video lainnya, terlihat jasad sejumlah korban dalam kondisi tidak utuh lagi, hangus terbakar bersama puing rumah kayu.
Sejumlah warga terlihat masih menyiramkan air ke puing rumah yang masih mengeluarkan asap pada pagi harinya.
Sementara itu, lokasi kebakaran yang menewaskan lima korban sekeluarga itu, berjarak sekitar 3 kilometer (km) dari pemukiman warga.
Bahkan hanya memiliki satu rumah yang berada di sampingnya.
Hal ini terkuak dari sebuah rekaman warga yang beredar di media sosial.
“Ada sekitar 3 kiloan keluar (jalan raya), baru rumah yang disampingnya hanya satu,” jelas seorang warga.
Usai insiden kebakaran, garis polisi atau police line pun terpasang.
Garis itu mengitari puing-puing rumah panggung yang tersisa.
Hanya satu yang berdiri, sebuah parabola di halamannya.
Peristiwa kebakaran rumah panggung pada Kamis (6/8/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 Wita merenggut nyawa seorang ibu dan keempat anaknya yang terjebak di tengah lelapnya tidur.
Kebakaran diduga bermula dari percikan obat nyamuk bakar yang dinyalakan menjelang tengah malam.
Sang pemilik rumah, MU (61), tak menyangka malam itu menjadi petaka bagi keluarganya.
Sebelum musibah terjadi, salah satu buah hatinya sempat meminta agar obat nyamuk dinyalakan di kamar.
Tak berselang lama, api dengan cepat menjilat material kayu bangunan hingga menghanguskan seluruh bagian rumah dalam hitungan menit.
Di tengah kepanikan, MU berjuang mati-matian melawan maut.
Saat menyadari kobaran api telah mengepung dan menutup akses pintu kamar, insting bertahan hidup mendorongnya menendang dinding rumah hingga jebol.
Meski berhasil menyelamatkan diri keluar bangunan, beban berat harus dipikulnya tatkala ia tak mampu menerobos kembali ke dalam untuk mengevakuasi keluarganya.
Kobaran api yang begitu cepat merambat hingga membuat kelima korban tak sempat menyelamatkan diri.
Mereka ditemukan tak bernyawa di lokasi kejadian yakni sang istri, HA (38).
Serta keempat anaknya yakni H (12), KA (9), NA (6), dan balita WA (2).
Selain MU, dua anggota keluarga lainnya yakni SI (24) dan AR (30) berhasil lolos dari maut dan selamat dari insiden ini.
(*)
(TribunnewsSultra.com/Desi Triana/Sugi Hartono)