Kronologi Longsor Muara Bunyut Kubar: Diawali Suara Retakan, 4 Rumah Ambruk ke Sungai Mahakam
Miftah Aulia Anggraini August 07, 2026 02:09 PM

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR – Detik-detik longsor yang meluluhlantakkan permukiman warga di Kampung Muara Bunyut, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur, terungkap. 

Bencana yang terjadi pada Jumat (7/8/2026) dini hari itu diawali suara retakan tanah sejak pukul 01.30 WITA sebelum akhirnya empat rumah ambruk ke Sungai Mahakam sekitar pukul 04.30 WITA.

Seorang warga, Jumannah, menjadi orang pertama yang menyadari tanda-tanda bahaya.

Ia mengaku mendengar suara retakan dari sekitar rumahnya pada dini hari.

Baca juga: BREAKING NEWS: Tebing Sungai Mahakam di Muara Bunyut Kubar Longsor, 4 Rumah Amblas ke Sungai

Saat itu, ia sempat keluar untuk memeriksa kondisi sekitar.

Namun, belum terlihat adanya perubahan mencolok yang mengindikasikan akan terjadi longsor besar.

Beberapa jam kemudian, suara gemuruh terdengar semakin keras.

Bersamaan dengan itu, kabel yang melintang di badan jalan mulai bergerak ke arah Sungai Mahakam, disusul robohnya jembatan kayu di sekitar lokasi.

Menyadari tanah terus bergerak, Jumannah langsung berteriak membangunkan warga agar segera keluar rumah dan menyelamatkan diri.

Baca juga: Evakuasi Korban Longsor Muara Bunyut: Tenda Pengungsian Didirikan, Warga Diminta Jauhi Lokasi

Tak lama berselang, tanah di bantaran Sungai Mahakam ambles dan menyeret bangunan yang berada di atasnya.

Akibat kejadian tersebut, satu rumah milik Januarius Lijeu alias Didit ambruk dan mengalami kerusakan total.

Sementara tiga rumah lainnya milik Jumannah, Silam, dan Rinten ikut terdampak dan terancam longsor susulan.

Selain rumah warga, satu unit mobil pikap Traga berwarna putih serta sekitar 30 sepeda motor juga ikut terseret ke Sungai Mahakam.

Kapolres Kutai Barat AKBP Haris Kurniawan melalui Kapolsek Melak Iptu Rinto Simanjuntak mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.

Baca juga: Bantuan Mulai Berdatangan untuk Korban Longsor Muara Bunyut Kubar

"Kami langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan, mendata korban, meminta keterangan saksi, sekaligus menyalurkan bantuan sembako kepada warga yang terdampak. Kami juga berkoordinasi dengan BPBD, Kecamatan Melak, dan Satpolairud Polres Kutai Barat untuk penanganan lebih lanjut, termasuk pendirian tenda pengungsian sementara," ujarnya.

Petugas kepolisian bersama BPBD, pemerintah kecamatan, dan Satpolairud kemudian melakukan pengamanan lokasi, membantu evakuasi warga, serta menyalurkan bantuan sembako bagi korban terdampak.

Berdasarkan data Pemerintah Kampung Muara Bunyut, kawasan tersebut memang tergolong rawan longsor.

Petinggi Kampung Muara Bunyut, Suhendi, menyebut lokasi yang sama pernah mengalami longsor pada 2 Agustus 2025.

Abrasi di tepian Sungai Mahakam diduga menjadi penyebab utama pergerakan tanah yang kembali mengancam permukiman warga.

Baca juga: Viral! Terjadi Abrasi yang Akibatkan Longsor di Kutai Barat Kaltim

Saat ini seluruh korban mengungsi sementara di rumah kerabat di Kampung Muara Bunyut.

Aparat kepolisian bersama pemerintah daerah masih terus memantau kondisi lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan longsor susulan.

Polsek Melak juga mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Mahakam agar meningkatkan kewaspadaan.

 Warga diminta segera mengungsi apabila melihat tanda-tanda pergerakan tanah, seperti munculnya retakan, terdengar suara gemuruh, atau terjadi pergeseran permukaan tanah, guna menghindari jatuhnya korban jiwa. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.