BMKG Catat 102 Gempa di NTB Sepekan Terakhir, Tak Ada yang Dirasakan Masyarakat
Idham Khalid August 07, 2026 05:05 PM

 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 102 kejadian gempabumi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) selama periode 31 Juli hingga 7 Agustus 2026.

Meski aktivitas seismik tergolong cukup tinggi, seluruh gempa tersebut tidak menimbulkan guncangan yang dirasakan masyarakat.

Berdasarkan Infografis Informasi Geofisika Wilayah NTB yang dirilis BMKG, aktivitas kegempaan selama sepekan terakhir didominasi oleh sumber gempa dari Subduksi Lempeng Indo-Australia dan Sesar Naik Busur Belakang Flores (Flores Back Arc Thrust).

Selain memantau aktivitas kegempaan, BMKG juga mencatat 36 kejadian sambaran petir di wilayah NTB selama periode 31 Juli hingga 6 Agustus 2026.

Baca juga: Okupansi Hotel di Sembalun Penuh Jelang Upacara Kemerdekaan di Rinjani

Dari jumlah tersebut, Kabupaten Sumbawa menjadi daerah dengan frekuensi sambaran petir tertinggi, yakni mencapai 36 kejadian, sehingga masyarakat di wilayah tersebut diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat disertai petir.

Sementara itu, hasil pemantauan kemagnetan bumi menunjukkan nilai Indeks-K maksimum sebesar 4 nT dan Indeks A maksimum sebesar 8. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya gangguan magnet di atmosfer bumi, namun tidak sampai memicu badai magnet sehingga tidak berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat maupun sistem teknologi.

Secara umum, BMKG menilai kondisi geofisika di NTB selama sepekan terakhir masih dalam kategori normal. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk mengikuti informasi resmi BMKG terkait perkembangan aktivitas gempa bumi, cuaca, maupun fenomena geofisika lainnya sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.