Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Jembatan Kampung Bogor yang menghubungkan wilayah Kecamatan Kepahiang dengan Kecamatan Kabawetan direncanakan bakal dibangun dengan konstruksi baru pada 2026.
Jembatan Kampung Bogor di Kecamatan Kepahiang tersebut merupakan akses utama perekonomian dan pariwisata daerah.
Namun, kondisi jembatan yang ada saat ini kerap memicu kemacetan parah, terutama pada musim libur hari besar maupun akhir pekan.
Keterbatasan kapasitas jembatan yang hanya dapat dilintasi oleh satu unit kendaraan secara bergantian seringkali memicu antrean panjang kendaraan dari kedua arah.
Baca juga: Operasi Bibir Sumbing Gratis di RSUD Kepahiang, Ini Syarat dan Jadwal Pendaftarannya
Sekretaris Dinas PUPR KepahiangHardiono menjelaskan, usulan yang sebelumnya telah disampaikan kepada pihak provinsi telah ditindaklanjuti dengan penyusunan rancangan pembangunan fisik jembatan.
Berdasarkan rancangan teknis jembatan baru tersebut nantinya akan dibangun dengan dimensi 7 x 45 meter.
Dengan ukuran tersebut, pelaksanaan proyek dipastikan akan bersentuhan langsung dan memakan lahan milik masyarakat di sisi kiri dan kanan jembatan.
Sehingga konsekuensi dari pelebaran dan pembangunan jembatan baru ini mengharuskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang untuk terlebih dahulu menyelesaikan proses pembahasan serta pembebasan lahan warga.
"Kita memang harus lebih dulu bebaskan lahan. Kalau semua selesai, kita berharap realisasi pembangunan berjalan," terang Hardiono.
Dengan adanya rencana pembangunan jembatan baru harapannya kawasan wisata unggulan Kepahiang tersebut dapat berkembang pesat.