Pemkab Nunukan Ungkap Keterlambatan Pasokan BBM Dipicu Dokumen Pelayaran, Bukan Stok Habis
Junisah August 07, 2026 06:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Pemkab  Nunukan memastikan keterlambatan pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi beberapa waktu lalu bukan disebabkan oleh habisnya stok atau kuota yg ditetapkan oleh BPH Migas, melainkan akibat kendala administrasi pada salah satu kapal pengangkut BBM.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kabupaten Nunukan, Beny Patisadia, menjelaskan distribusi BBM dari Tarakan menuju Nunukan tetap berjalan meski sempat mengalami hambatan teknis.

"Intinya, penyebab keterlambatan pasokan BBM kemarin bukan karena stok atau kuota yg ditetapkan benar-benar habis, tetapi karena kendala administrasi pada salah satu kapal pengangkut," kata Beny Patisadia kepada TribunKaltara.com, Jumat (7/8/2026).

Menurut Beny Patisadia, dari empat kapal yang melayani distribusi BBM dari Tarakan ke Kabupaten Nunukan, satu kapal sempat tidak dapat berlayar karena salah satu dokumen persyaratan pelayaran telah habis masa berlakunya. Dokumen tersebut harus diperpanjang terlebih dahulu sebelum kapal kembali diizinkan beroperasi.

Baca juga: Penyebab Sebenarnya Antrean BBM Mengular di SPBU, Pemkab Nunukan Buka Suara

Ia menjelaskan, kendala tersebut hanya terjadi pada satu kapal sehingga berdampak pada keterlambatan jadwal pengiriman, bukan pada ketersediaan stok BBM secara keseluruhan.

"Persyaratan salah satu surat berlayarnya habis masa berlaku, sehingga harus diurus dan diaktifkan kembali. Setelah administrasi selesai, kapal kembali beroperasi dan distribusi dilanjutkan," ujarnya.

Proses penyelesaian administrasi juga sempat terkendala karena bertepatan dengan hari libur. Pelayanan di Pertamina baru kembali berjalan pada hari Senin sehingga proses penebusan kuota dan pengiriman BBM dapat dilanjutkan.

Beny Patisadia menyebutkan, hingga Rabu (5/8/2026) pasokan BBM yang telah tiba di Kabupaten Nunukan mencapai kurang lebih 300 ton. Pasokan tersebut langsung dibongkar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sementara pengiriman berikutnya juga telah dijadwalkan.

Baca juga: ‎Soal Isu Kelangkaan, Stok BBM Subsidi di Perkotaan Kabupaten Malinau Masih Tercukupi

Ia menegaskan kondisi tersebut tidak  menyebabkan kelangkaan BBM di Kabupaten Nunukan. Setelah kapal tiba, proses bongkar muat langsung dilakukan dan distribusi ke SPBU tetap berjalan.

Beny juga mengimbau masyarakat agar tidak panic buying atau melakukan pembelian BBM secara berlebihan akibat informasi yang belum terkonfirmasi.

Menurutnya, informasi di media sosial yang menyebut stok BBM hanya tersedia sampai batas waktu tertentu sempat menimbulkan keresahan. Padahal, pasokan masih dalam perjalanan dan distribusi tetap berlangsung.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying). Hal itu justru dapat menimbulkan antrean panjang dan risiko penyimpanan BBM yang tidak aman," jelasnya.

Pemkab Nunukan terus berkoordinasi dengan Pertamina, SPBU serta satuan tugas pengawasan untuk memastikan distribusi energi tetap berjalan lancar.

(*)

Penulis: Fatimah Majid 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.