Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang memberangkatkan 20 peserta terbaik Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Serang untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan kaligrafi Al-Qur'an di Pondok Pesantren (Ponpes) Lemka, Sukabumi, Jawa Barat.
Program pembinaan yang berlangsung selama satu tahun tersebut menjadi strategi Pemkab Serang dalam meningkatkan kualitas cabang kaligrafi sekaligus mempersiapkan kafilah menghadapi MTQ tingkat Provinsi Banten 2027.
Keberangkatan para peserta dilepas langsung oleh Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, di Pendopo Bupati Serang, Jumat (7/8/2026).
Baca juga: Lantik Pengurus Baru KONI Kabupaten Serang, Bupati Zakiyah Dorong Pembinaan Atlet Lebih Intensif
Acara tersebut turut dihadiri Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Serang, Budi Hariyadi, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Ratu Zakiyah mengatakan, program pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari hasil evaluasi pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Banten yang menunjukkan cabang kaligrafi masih perlu mendapat perhatian khusus.
Menurutnya, seluruh peserta merupakan pemenang MTQ yang berasal dari hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Serang dan dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang melalui pembinaan intensif.
"Kami memetakan potensi ini secara khusus karena cabang kaligrafi menjadi salah satu yang perlu peningkatan pesat. Selama satu tahun mereka akan dibina secara mendalam, dengan harapan kualitas kaligrafi putra-putri kita meningkat tajam dan mampu meraih prestasi terbaik pada MTQ Provinsi tahun 2027 mendatang," ujarnya, Jum'at, (7/8/2026).
Dibina Selama Satu Tahun di Lemka Sukabumi
Bupati Serang menegaskan, meski fokus pembinaan diarahkan pada cabang kaligrafi, pemerintah daerah tetap akan melakukan pembinaan terhadap peserta MTQ di cabang lainnya agar prestasi Kabupaten Serang terus meningkat.
Sementara itu, Ketua LPTQ Kabupaten Serang, Budi Hariyadi, menjelaskan seluruh biaya pendidikan dan pelatihan selama satu tahun dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Serang.
Nilai anggaran yang dialokasikan mencapai sekitar Rp1 miliar, mencakup seluruh kebutuhan peserta selama mengikuti pendidikan di Ponpes Lemka Sukabumi.
Menurut Budi, Lemka dipilih karena dikenal sebagai pusat pendidikan kaligrafi Al-Qur'an yang menjadi rujukan para kaligrafer dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari luar negeri.
"Selain target prestasi di MTQ, ilmu yang didapat nantinya juga akan diamalkan dan disebarluaskan kepada masyarakat di masing-masing daerah asal. Peserta akan dibimbing di berbagai spesialisasi mulai dari mushaf hingga kaligrafi digital," jelas Budi.
Pihak LPTQ juga berkomitmen melakukan pemantauan perkembangan peserta setiap bulan, guna memastikan pembinaan berjalan optimal dan sesuai target yang diharapkan.