TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Lumajang - Kebakaran Gunung Bromo masih berlangsung dan dilaporkan meluas. Titik api kini telah memasuki Blok Jantur yang mengarah ke kawasan wisata Puncak B29 di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang memastikan wilayah perbatasan masih terus dipantau secara intensif. Hingga saat ini, kobaran api belum mengancam permukiman warga di Kabupaten Lumajang.
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, mengatakan titik api masih berada di kawasan perbatasan dan belum memasuki wilayah Lumajang.
"Titik api per hari ini masih terlihat di perbatasan memasuki Blok Jantur dan masih sekitar empat kilometer untuk sampai ke wilayah Lumajang," ujar Isnugroho, Jumat (7/8/2026).
Baca juga: Karhutla Bromo Meluas, Operasi Terpadu dan Sistem Deteksi Diterjunkan
Untuk mengantisipasi perluasan kebakaran, BPBD Lumajang mengerahkan satu regu Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi. Tim tersebut bertugas melakukan pemantauan sekaligus mendukung upaya pengendalian api agar kebakaran tidak meluas ke wilayah Kabupaten Lumajang.
Selain monitoring, BPBD juga membuat sekat bakar di kawasan hutan lindung yang berada di wilayah perbatasan. Langkah ini dilakukan untuk menghambat perambatan api menuju kawasan wisata, lahan pertanian, maupun permukiman warga.
Baca juga: Cegah Api Kebakaran Gunung Bromo Meluas, Polres Lumajang Sekat Perbatasan Hutan
"Wilayah perbatasan kami membuat sekat bakar agar api tidak menjalar ke lahan pertanian dan permukiman warga. Semoga hari ini penanganan oleh tim gabungan dapat membuahkan hasil," kata Isnugroho.
Berdasarkan informasi yang dihimpun BPBD, luas area hutan yang terdampak kebakaran di kawasan TNBTS diperkirakan telah mencapai sekitar 125 hektare. Api masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya sehingga proses penanganan terus dilakukan.
Menurut Isnugroho, petugas tetap bersiaga untuk melokalisasi titik api agar kebakaran tidak semakin meluas ke kawasan wisata Puncak B29 maupun permukiman terdekat.
"Petugas terus bersiaga dan berupaya melokalisasi titik api agar tidak makin meluas mendekati destinasi wisata Puncak B29 dan wilayah permukiman terdekat," ujarnya.
Upaya penanganan karhutla dilakukan secara terpadu oleh tim gabungan yang terdiri atas BPBD Kabupaten Lumajang, BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kabupaten Probolinggo, Balai Besar TNBTS, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Ngadas. Fokus utama penanganan saat ini adalah menahan laju penyebaran api agar tidak mengancam kawasan wisata, lahan produktif, maupun permukiman warga.