KemenPU Target Konstruksi Sekolah Rakyat Tahap III di Sulsel Mulai November
Ari Maryadi August 07, 2026 06:21 PM


TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – 
Rencana pembangunan tujuh Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan (Sulsel) memasuki tahapan baru.

Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) kini mulai melakukan verifikasi lahan sebelum proyek memasuki tahap konstruksi.

Tujuh lokasi disiapkan meliputi Kabupaten Gowa, Pangkep, Pinrang, Luwu, Toraja Utara, Enrekang, dan Luwu Timur.

Kepala Satuan Kerja (Satker) Prasarana Strategis Sulsel Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU, Iwan ST MEng mengatakan sebagian besar pemerintah daerah telah menyiapkan lahan sehingga proses dapat dilanjutkan ke tahap teknis.

"Tahap tiga ada di tujuh lokasi. Sementara lagi verifikasi lahan. Sebagian besar Pemda sudah lakukan pematangan lahan. Tahap tiga pemdanya bagus-bagus ini sudah clean and clear, tinggal kami pengukuran topografi. Sudah bagus," kata Iwan saat diwawancarai di Sekolah Rakyat Sudiang, Jl. Pajjaiang, Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar pada Jumat (7/8/2026).

Verifikasi lahan merupakan tahapan penting sebelum pekerjaan fisik dimulai. Pada tahap ini, pemerintah memastikan status lahan telah bersih dari persoalan administrasi maupun sengketa.

Sehingga dapat segera diproses ke tahap perencanaan teknis.

Setelah verifikasi selesai, Kementerian PU akan melaksanakan sejumlah pekerjaan pendukung.

Mulai dari pengukuran topografi, survei lapangan, pengecekan kondisi tanah (soil test), hingga penyusunan Detail Engineering Design (DED).

Pengukuran topografi dilakukan untuk memetakan kondisi kontur lahan sebagai dasar penentuan desain bangunan.

Sementara itu, soil test bertujuan mengetahui daya dukung tanah sehingga konstruksi yang dibangun nantinya aman dan sesuai standar teknis.

Seluruh hasil survei tersebut kemudian menjadi acuan dalam penyusunan DED yang memuat rancangan teknis pembangunan secara rinci.

Iwan memperkirakan proses perencanaan tersebut membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua bulan sebelum proyek memasuki tahap konstruksi.

"Kemungkinan November juga, kami masih lakukan verifikasi lahan. Kedua melakukan perencanaan survey topografi, surveyor tes, dan DED. Ini butuh 1-2 bulan, jadi pasti multiyears," jelas yang mengenakan rompi Kementerian PU.

Skema multiyears artinya dikerjakan tahun jamak hingga ke 2027 nantinya.

Sulawesi Selatan telah lebih dulu menjalankan pembangunan sembilan Sekolah Rakyat pada tahap pertama dengan total anggaran sekitar Rp2,3 triliun. Pembangunan tersebut tersebar di Makassar, Takalar, Sinjai, Bone, Barru, Soppeng, Wajo, Sidrap, dan Tana Toraja.

Sebagian sekolah sudah digunakan para siswa seperti di Makassar, Sidrap, Barru, Tana Toraja maupun di Bone.

Dengan dimulainya tahapan teknis di tujuh lokasi baru, jumlah Sekolah Rakyat yang akan dibangun di Sulsel terus bertambah.

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.