Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Seorang siswa berseragam hitam khas Tapak Suci berdiri dengan penuh percaya diri di tengah lapangan SMP Jannatun Naim International College.
Baca juga: Tim Siswa SMAN 2 Bandar Lampung Ukir Prestasi Musikalisasi Puisi Tingkat Provinsi
Sebilah golok tergenggam di tangannya merupakan properti seni bela diri. Ia memperagakan rangkaian jurus Tapak Suci dengan gerakan yang luwes, tegas, dan penuh konsentrasi.
Penampilan tersebut bukan sekadar demonstrasi bela diri, melainkan cerminan semangat juang para atlet muda SMP Jannatun Naim International College dalam mengembangkan bakat dan mengharumkan nama sekolah.
Semangat itulah yang mengantarkan dua atlet Tapak Suci andalan sekolah, Naufal Muhammad Azzam dan Sultan Naufal Tridasa, menorehkan sederet prestasi membanggakan di berbagai ajang kejuaraan.
Naufal Muhammad Azzam, siswa kelas IX yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua OSIS SMP Jannatun Naim International College, menjadi salah satu atlet seni Tapak Suci yang konsisten mengukir prestasi.
Sepanjang tahun 2025–2026, Azzam berhasil meraih:
Azzam mengaku mulai menekuni Tapak Suci sejak kelas VI SD dan mulai fokus menjadi atlet ketika duduk di kelas VII SMP.
Awalnya ia mengikuti latihan untuk mengisi waktu luang dan memperoleh pengalaman.
Namun, seiring berjalannya waktu, latihan yang dijalani membentuk karakter yang lebih disiplin dan mampu mengatur waktu.
"Saya belajar bahwa disiplin adalah kunci. Jadwal di pesantren sudah padat, mulai bangun pukul 03.00, ibadah, belajar, hingga malam. Ditambah latihan fisik, semuanya membuat saya terbiasa mengatur waktu dengan baik," ungkap Azzam Jumat (7/8/2026).
Meski pernah berpindah dari kategori tarung ke seni atas arahan pelatih, Azzam justru menemukan potensinya di bidang seni.
Ke depan, ia bercita-cita melanjutkan pendidikan ke SMA Taruna Nusantara dan memiliki impian menjadi seorang diplomat.
Prestasi luar biasa juga ditorehkan oleh Sultan Naufal Tridasa yang berkompetisi pada kategori tarung (laga).
Sultan mulai mengenal Tapak Suci sejak kelas satu Sekolah Dasar, tetapi baru serius menjadi atlet ketika kelas VII SMP.
Deretan prestasi yang berhasil diraihnya antara lain:
Sultan mengungkapkan bahwa awalnya ia mengikuti Tapak Suci karena ajakan teman. Namun, setelah merasakan manfaat latihan dan pembinaan, ia semakin termotivasi untuk menjadi atlet berprestasi.
Perjalanan menjadi atlet tentu tidak selalu mudah. Sultan pernah mengalami cedera saat mengikuti kejuaraan nasional di Jakarta.
Meski demikian, pengalaman tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berkembang.
"Sebagai atlet sekaligus santri, kami harus bisa membagi waktu antara belajar, mengaji, dan latihan. Awalnya terasa berat, tetapi lama-kelamaan menjadi kebiasaan yang membentuk mental disiplin," ujarnya.
Sultan bercita-cita menjadi anggota Kepolisian Republik Indonesia sekaligus terus mengharumkan nama sekolah melalui prestasi olahraga hingga tingkat nasional.
Keberhasilan Naufal Muhammad Azzam dan Sultan Naufal Tridasa menjadi bukti bahwa SMP Jannatun Naim International College tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk berkembang dalam bidang olahraga, kepemimpinan, dan pembinaan karakter.
Di tengah padatnya aktivitas sebagai santri, keduanya mampu menunjukkan bahwa kedisiplinan, kerja keras, serta doa adalah kunci utama dalam meraih cita-cita.
(Tribunlampung.co.id/ Bintang Puji Anggraini)