TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR — Persija Jakarta sukses mengamankan peringkat ketiga Piala Presiden 2026 setelah menundukkan Arema FC dengan skor 3-1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis 6 Agustus 2026 malam.
Kemenangan atas Arema FC dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Presiden 2026 tersebut menjadi hasil positif bagi Persija Jakarta.
Selain mengamankan posisi ketiga, Macan Kemayoran juga mendapatkan gambaran mengenai potensi pemain muda dan lokal yang dipersiapkan menghadapi kompetisi resmi musim 2026/2027.
Persija Jakarta tampil agresif sejak awal pertandingan.
Witan Sulaeman membuka keunggulan Macan Kemayoran melalui gol cepat pada menit ke-8.
Arema FC kemudian mampu merespons dan menyamakan kedudukan melalui Salim Tuharea pada menit ke-28.
Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, Persija kembali meningkatkan tekanan.
Arlyansyah Abdulmanan membawa Macan Kemayoran kembali unggul melalui golnya pada menit ke-73.
Persija kemudian memastikan kemenangan 3-1 setelah Victor Dethan mencetak gol pada menit ke-87.
Baca juga: Gaung Revolusi Piala Presiden, Dari Turnamen Pramusim Klub Menuju King’s Cup Versi Indonesia
Hasil tersebut mengantarkan Persija Jakarta finis di peringkat ketiga Piala Presiden 2026.
Piala Presiden 2026 menjadi ajang penting bagi Persija Jakarta untuk menguji kedalaman skuad.
Dengan waktu persiapan yang relatif singkat dan komposisi pemain yang belum sepenuhnya komplet, turnamen ini dimanfaatkan jajaran kepelatihan untuk melihat kemampuan para pemain lokal dan muda.
Pelatih Persija Jakarta, STY, mengaku puas dengan perkembangan yang ditunjukkan para pemainnya sepanjang turnamen.
"Persiapan kami memang kurang. Namun kami sangat puas karena bisa melihat kemampuan pemain-pemain lokal dan muda seperti apa," kata STY.
Menurutnya, hasil pertandingan bukan menjadi satu-satunya ukuran dalam mengikuti Piala Presiden 2026.
Jajaran pelatih juga menjadikan turnamen ini sebagai kesempatan untuk memetakan pemain yang memiliki potensi untuk masuk dalam skuad utama Persija pada Liga 1.
"Kami ingin mengecek kemampuan pemain-pemain muda dan melihat siapa saja yang siap dibawa untuk Liga 1 nanti. Secara pencapaian di turnamen ini, saya merasa puas," bebernya.
Witan Sulaeman menjadi salah satu pemain yang berperan dalam kemenangan Persija Jakarta atas Arema FC. Penyerang sayap Macan Kemayoran tersebut membuka keunggulan timnya melalui gol pada menit ke-8.
Namun, bagi Witan, kemenangan tersebut tidak hanya tentang hasil akhir. Ia memberikan apresiasi kepada para pemain muda Persija yang mampu tampil percaya diri dan menjawab kepercayaan yang diberikan jajaran pelatih.
"Saya sangat bangga dengan tim ini. Kami baru berkumpul belum lama dan pemain belum lengkap," kata Witan.
"Namun yang paling penting, semua pemain sehat dan saya sangat bangga kepada pemain muda Persija. Mereka tampil luar biasa dan lebih percaya diri," sambungnya.
Menurut Witan, pengalaman tampil bersama dalam Piala Presiden 2026 menjadi modal penting bagi Persija untuk membangun kekompakan sebelum kompetisi resmi dimulai.
Ia berharap proses tersebut terus berlanjut sehingga ketika seluruh pemain Persija telah bergabung, tim dapat memiliki chemistry yang semakin kuat.
"Semoga ke depannya kami bisa terus berproses dan mengasah chemistry satu sama lain. Ketika kelak tim sudah lengkap, kami siap fokus penuh untuk Liga 1 nanti," pungkasnya.
Keberhasilan meraih peringkat ketiga Piala Presiden 2026 menjadi modal positif bagi Persija Jakarta sebelum menghadapi kompetisi resmi musim 2026/2027.
Selain hasil pertandingan, turnamen ini memberikan kesempatan bagi jajaran pelatih untuk melihat secara langsung kesiapan pemain muda dan lokal.
Sejumlah pemain mendapatkan menit bermain dan kesempatan menunjukkan kemampuan di level kompetitif.
Persija kini memiliki waktu untuk melakukan evaluasi sekaligus mematangkan komposisi skuad sebelum Liga 1 2026/2027 bergulir.
Dengan perpaduan pemain berpengalaman dan talenta muda, Macan Kemayoran diharapkan mampu melanjutkan perkembangan positif yang ditunjukkan selama Piala Presiden 2026.
(*)