Liputan6.com, Jakarta Resep makaroni steam jadi jalan pintas favorit ketika ingin menyajikan makaroni keju yang lembut dan creamy tanpa perlu oven. Cukup dengan kukusan yang ada di hampir setiap dapur, adonan makaroni, susu, telur, dan keju bisa disulap menjadi camilan gurih bertekstur padat sekaligus lembut yang disukai anak-anak maupun orang dewasa. Versi kukus ini sering disebut juga makaroni schotel kukus, dan populer karena hasilnya konsisten serta minim minyak.
Di balik kesederhanaannya, hidangan ini punya akar panjang. Perpaduan pasta dan keju sudah dikenal di dapur Eropa sejak berabad-abad lalu. Dilansir dari History Cooperative, jejak makaroni keju bahkan bisa ditarik hingga era Romawi kuno dan kemudian dipopulerkan di Amerika oleh Thomas Jefferson. Di Indonesia, konsep tersebut berkembang menjadi makaroni schotel, dari istilah Belanda "schotel" yang berarti piring atau hidangan, warisan cita rasa masa kolonial yang lalu disesuaikan dengan lidah lokal. Kalau ingin menelusuri garis sejarahnya, ulasan resep makaroni keju versi panggang dan tanpa panggang membahas bagaimana menu ini menyebar.
Metode steam unggul di sisi kepraktisan: tidak butuh oven, matang merata, dan teksturnya lembut basah. Tak heran menu ini kerap muncul sebagai camilan sehat untuk anak, isian bekal anak sekolah, sampai ide jualan tanpa kompor besar. Berikut resep lengkap makaroni steam yang bisa langsung Anda praktikkan di rumah.

Makaroni steam pada dasarnya adalah makaroni yang dibalut saus putih (bechamel) gurih, diperkaya keju dan telur, lalu dipadatkan dengan cara dikukus. Telur inilah pembeda utamanya. Telur mengikat adonan sehingga hasil akhirnya set seperti puding gurih yang bisa dipotong rapi, bukan sekadar pasta bersaus.
Pembedaan ini penting agar tidak tertukar dengan hidangan serupa. Mac and cheese dimasak di atas kompor dan disajikan langsung dengan saus keju yang lebih berair serta tanpa telur pengikat. Makaroni schotel panggang menggunakan oven sehingga permukaannya kecokelatan dan renyah. Sementara makaroni goreng ditumis kering bersama bumbu, teksturnya jauh berbeda. Makaroni steam mengambil jalan tengah, yakni selembut versi panggang tetapi sepraktis masak di kompor.
Karena fleksibel, makaroni steam mudah dikreasikan. Anda bisa menambah wortel, jagung, atau brokoli untuk gizi, memilih smoked beef, sosis, atau ayam sebagai protein, hingga menaikkan takaran keju agar lebih kaya rasa. Untuk inspirasi lain, tersedia banyak variasi resep mac and cheese serta 7 resep macaroni schotel dengan aneka metode memasak.

Takaran berikut cukup untuk sekitar 6 porsi atau 10-12 cup kecil bila ingin dijadikan camilan porsi jual.
Soal keju, jangan ragu memadukan lebih dari satu jenis. Cheddar memberi rasa tajam yang khas, sedangkan mozzarella menyumbang efek lumer dan tarikan keju. Untuk mengenal karakter tiap keju, simak ulasan jenis-jenis keju untuk mac and cheese dan aneka olahan keju. Gunakan pula susu UHT full cream agar saus terasa lebih gurih dan creamy.
Mengacu pada panduan Barilla, cukup rebus makaroni beberapa menit lebih singkat dari petunjuk kemasan dan jangan dibilas air setelah ditiriskan supaya lapisan pati yang membantu saus menempel tidak hilang. Bila tak punya oven, teknik yang sama juga bisa dipakai untuk membuat mac and cheese tanpa oven.
![[Bintang] Bola-bola keju berbalut kentang parut Keju | Via: pop-a-harrys.com](https://shengbo-xjp.oss-ap-southeast-1.aliyuncs.com/Upload/File/2026/08/07/2030237509.webp)
Versi tanpa daging. Hilangkan smoked beef dan perbanyak keju plus sedikit oregano. Hasilnya tetap gurih dan cocok untuk yang tak makan daging atau ingin camilan cepat dari isi kulkas seadanya.
Versi pedas. Tambahkan bubuk cabai atau irisan cabai rawit ke dalam saus untuk sensasi gurih pedas. Gaya ini mirip camilan makaroni kekinian yang juga jadi ide jualan modal minim yang laris.
Versi ramah anak dan MPASI. Kurangi garam, lada, dan pala, ganti smoked beef dengan ayam cincang, lalu tambah brokoli atau wortel yang dipotong halus. Ide serupa banyak diulas pada resep mac n cheese untuk anak maupun kreasi resep MPASI kaya lemak sehat.
Cukup 7-8 menit dalam air mendidih yang sudah diberi sejumput garam, sampai al dente atau empuk tetapi masih terasa gigitannya. Jangan direbus sampai lembek karena makaroni masih akan matang lagi saat dikukus. Setelah itu tiriskan beberapa menit agar kadar airnya berkurang.
Penyebab paling umum adalah makaroni yang belum ditiriskan sempurna, takaran susu atau cairan yang terlalu banyak, serta waktu kukus yang kurang lama. Pastikan perbandingan telur dan susu seimbang, dan bungkus tutup kukusan dengan kain agar uap tidak menetes ke adonan. Kukus hingga adonan benar-benar set saat ditusuk lidi. Anda bisa membandingkannya dengan panduan pada resep schotel makaroni kukus yang lembut dan padat.
Simpan dalam wadah kedap udara di kulkas dan konsumsi dalam 3-4 hari, atau bekukan untuk stok lebih lama. Hangatkan kembali dengan cara dikukus sebentar atau menggunakan microwave hingga panas merata. Cara penyajian yang praktis ini pula yang membuatnya cocok sebagai bekal anak yang murah dan tidak membosankan.