BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kebakaran melanda kawasan Pasar Teluk Dalam, di Jalan Mayjen Sutoyo S, Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 09.20 Wita.
Api dengan cepat membesar disertai kepulan asap hitam pekat yang membubung tinggi. Warga sekitar panik dan berhamburan menyelamatkan diri.
Beberapa bangunan kios terlihat terbakar hebat. Tak lama berselang, petugas pemadam kebakaran kota bersama sejumlah unit Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman.
Asap tebal sempat menyelimuti kawasan sekitar. Gerak cepat petugas berangsur meminimalisir kepulan asap, sementara api mulai dapat dikendalikan secara bertahap. Sejumlah kios tampak mengalami kerusakan parah akibat terjilat api.
Setelah api berhasil dipadamkan, belasan pedagang Pasar Teluk Dalam mulai mendekati area kebakaran untuk menyisir bangunan yang terdampak, Jumat (7/8/2026).
Sebagian besar bangunan mengalami kerusakan parah, mulai dari atap, lantai, dinding, hingga isi dagangan.
Para pedagang terdampak pun tampak sibuk membersihkan puing dan mengevakuasi barang-barang yang masih mungkin diselamatkan.
Belasan kios terdampak dalam kebakaran ini. Tim Tagana Dinsos Kota Banjarmasin telah melakukan pendataan jumlah kios terbakar. Tercatat sementara sebanyak 17 kios terdampak, dengan kerusakan terparah berada di titik yang diduga asal mula api, yakni kios warung lalapan.
“Untuk kebakaran di Pasar Teluk Dalam wilayah RT 01, kami terjun langsung ke lapangan melihat kondisinya. Jadi ini kios, sementara sumber api dari warung lalapan. Nah, sementara terdata yang terdampak ada 17 kios dari 17 pelaku usaha di Pasar Teluk Dalam,” terang Ketua RT 01, Arsyad, kepada jurnalis Banjarmasin Post.
Baca juga: Ombudsman Mulai Nilai 85 Layanan Publik di Kalsel, Rumah Sakit hingga Polres Jadi Sasaran
Baca juga: Ruas Jalan Sungailulut Dibuka untuk Kendaraan Muatan di Bawah 6 Ton, Warga Diminta Mengawasi
Warung lalapan tersebut ludes terbakar, hanya menyisakan sebuah meja kecil yang nyaris ikut menjadi arang. Seluruh isi dan atap bangunan hangus.
Para pedagang pun di lokasi masih sibuk berbenah, mengamankan sisa barang yang bisa diselamatkan.
Kebakaran ini diduga akibat kebocoran tabung gas elpiji. Hal tersebut diungkapkan Juanda, anak dari Rahmawati (61), pelaku usaha warung lalapan yang merupakan kios pertama yang terbakar.
Rahmawati, saat itu dikatakan sedang memasang tabung gas, seketika api muncul dari ujung kepala tabung.
"Ada orang memesan makan, lalu mamah saya coba memasang tabung gasnya. Nah, api muncul sudah, lalu mamah saya ditarik orang supaya menghindar,” ujar Juanda.
Tak lama setelah Rahmawati keluar dari kios, terjadi ledakan. Juanda menyebut ledakan terjadi dua kali, dengan ledakan kedua membuat api semakin membesar.
“Dua kali meladum (meledak), kemudian langsung membesar. Langsung menyebar ke atas,” tambah Juanda.
Rahmawati pun tampak begitu terpukul atas musibah ini dan tak kuasa membendung air mata.
Saat insiden terjadi, Rahmawati mengaku nyaris menjadi korban. Ia masih berada di dalam kios ketika api muncul dari tabung gas.
“Dari tabung gas itu, saat saya mencoba melepas regulator api sudah menyala. Ada orang langsung menarik kepala saya, kalau tidak saya juga sudah terkena juga,” ujarnya dengan suara bergetar sambil terus mengusap air matanya.
Ia pun berhasil selamat. Namun, tak lama kemudian ledakan terjadi, membuat api semakin membesar dan menyebar cepat ke kios-kios lain di sekitarnya.
Di depan warungnya, Rahmawati hanya bisa menangis. Ia terus mengusap kedua matanya, menunjuk ke arah titik tabung gas yang menjadi awal mula api.
Anaknya di lokasi berusaha menenangkannya, sementara ia masih terbayang detik-detik saat berlari keluar menyelamatkan diri. Seluruh benda di dalam warungnya disebut habis terbakar.
“Aku langsung lari keluar tadi. Hp tidak bisa diambil lagi, pokoknya habis semua di dalam," ucapnya dengan suara bergetar. (Banjarmasinpost.co.id/saiful rahman)