Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya
SERRAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Kapolres Aceh Barat Daya (Abdya) AKBP Ade Gita Rachmadi B, SH SIK MH, didampingi Kabag Ops Kompol Erjan Dasmi, dan Kasat Reskrim Iptu Maiyudi, menjenguk Syarifah Halimah (70) warga Gampong Tokoh, yang kini di rawat di Puskesmas Kecamatan Manggeng, Jumat (7/8/2026).
Syarifah merupakan korban yang rumahnya tertimpa pohon langsat di Gampong Tokoh, Kecamatan Manggeng, pada Jum'at, 6 Agustus 2026, sekitar pukul 13.00 WIB.
Pohon langsat tersebut tumbang ke rumah Syarifah akibat diterpa angin kencang disertai hujan deras.
Kedatangan orang nomor satu dijajaran Polres Abdya itu disambut langsung oleh keluarga korban serta Kepala Puskesmas Manggeng.
"Ibu, mohon bersabar atas musibah ini. Insya Allah ada hikmah dibalik cobaan yang diberikan Allah," ucap Ade kepada Syarifah.
Diketahui, Syarifah sempat pingsan saat peristiwa pohon langsat tumbang menimpa rumahnya. Sehingga, janda lansia tersebut dilarikan ke Puskesmas Manggeng.
Selain menjenguk langsung kondisi korban, Kapolres Abdya juga menyerahkan bantuan berupa bahan bangunan yang diterima langsung oleh keluarga Syarifah.
Kapolres Abdya AKBP Ade Gita Rachmadi pada momen tersebut mengungkapkan rasa duka atas musibah yang dihadapi Syarifah.
Ia menyebutkan, bantuan yang diserahkan merupakan bentuk kepedulian Polres Abdya terhadap korban yang tertimpa musibah.
"Bantuan yang kami serahkan ini bersumber dari jajaran Polres Abdya. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban Ibu Syarifah," ujarnya.
Ia berpesan agar korban tetap tabah dan ikhlas menerima ujian ini. Sebab, setiap cobaan yang Allah berikan, ada hikmah besar dibaliknya.
Baca juga: Sempat Melambung Tinggi, Harga Emas di Abdya Bertahan, Cek Pasaran, 7 Agustus 2026
Keuchik Gampong Tokoh, T Yerli Yanda, mengatakan, pohon langsat yang menimpa rumah Syarifah, tumbang karena diterpa angin kencang disertai hujan deras pada, 6 Juni 2026.
"Akibat diterpa angin kencang, pohon Langsat di di depan rumah Ibu Syarifah tumbang hingga tertimpa bagian depan rumah beliau," kata Yerli.
Akibat kejadian tersebut, kata Yerli, sebagian balok kayu dan seng rumah mengalami kerusakan. Kerugian diperkirakan mencapai Rp15 juta. (*)