Semoga hari ini penanganan oleh tim gabungan dapat membuahkan hasil
Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) masih terus meluas hingga mengarah ke Wisata B-29 Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
"Titik api per hari ini masih terlihat di perbatasan memasuki Blok Jantur dan masih sekitar 4 kilometer untuk sampai ke wilayah Lumajang," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Isnugroho saat dikonfirmasi, Jumat.
Titik api kini dilaporkan telah memasuki Blok Jantur yang mengarah ke Kawasan Wisata B29 di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.
Meski demikian, BPBD Lumajang memastikan kobaran api masih berada di wilayah perbatasan dan belum mengancam permukiman warga.
Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, BPBD Lumajang telah mengerahkan satu regu Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi guna melakukan pemantauan sekaligus mendukung upaya pengendalian api.
Selain melakukan monitoring, lanjut dia, petugas gabungan juga membuat sekat bakar di wilayah perbatasan sebagai langkah mencegah api merembet ke Kawasan Wisata B29, lahan pertanian, maupun permukiman warga.
"Di wilayah perbatasan, kami membuat sekat bakar agar api tidak menjalar ke lahan pertanian dan permukiman warga. Semoga hari ini penanganan oleh tim gabungan dapat membuahkan hasil," katanya.
Upaya pemadaman terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Lumajang, BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kabupaten Probolinggo, Balai Besar TNBTS, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Ngadas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, luas area hutan yang terbakar di kawasan TNBTS diperkirakan telah mencapai sekitar 125 hektare dan hingga kini, kebakaran masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.
"Petugas memanfaatkan pembuatan sekat bakar dan pemadaman langsung di titik-titik api sebagai strategi untuk menahan laju kebakaran agar tidak meluas ke wilayah yang lebih berisiko," katanya.
Ia menjelaskan BPBD Lumajang juga terus memantau perkembangan kebakaran dan mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di sekitar kawasan hutan dan jalur menuju B29, untuk tetap waspada serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya titik api baru.
"Petugas terus bersiaga dan berupaya melokalisasi titik api agar tidak makin meluas mendekati destinasi wisata Puncak B29 dan wilayah permukiman," katanya.





