Jakarta (ANTARA) - Kepolisian masih mencari potongan kaki korban mutilasi yang sebagian tubuhnya ditemukan dalam karung di kawasan Tanah Merah, Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok.

"Tim dari Penyidik Satreskrim Polres Depok bersama-sama dengan Ditreskrimum Polda Metro Jaya terus berupaya masih mencari masih potongan badan bagian bawah, dua kaki ya, yang dibuang oleh tersangka," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol. Iman Imanuddin di Jakarta, Jumat.

Iman membeberkan dua kendala utama dalam pencarian potongan tubuh tersebut, yakni titik pasti tersangka membuangnya serta aliran air.

"Masalah titik kepastian pelaku membuangnya di mana awalnya. Kemudian, ada aliran air juga yang bisa cukup untuk membawa potongan itu terbawa arus, sehingga kami harus menelusuri aliran sungai," ujar Iman.

Terkait durasi pencarian, kata Iman, tim pencarian potongan tubuh korban mesti diatur ritmenya demi efektifitas pencarian.

"Tentunya tim dari K9 dan tim kami juga, harus diatur supaya kami tetap bisa bertahan sampai dengan kami menemukan potongan tersisa yang belum ditemukan tersebut," pungkas Iman.

Sebelumnya, kasus penemuan mayat korban mutilasi yang terbungkus dalam karung di kawasan Tanah Merah, Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok, akhirnya berhasil diungkap setelah dibekuknya pelaku oleh Subdit Resmob Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menyebut bahwa korban bernama Kunaefi (51), warga Bojong, Kelurahan Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, didiga dibunuh oleh pekaku berinisial SA (26).

"Kasus ini bermula saat warga melihat sebuah karung mencurigakan di kawasan Tanah Merah padap 24 Juli 2026 dan mengiranya berisi sampah," kata Budi di Jakarta, Rabu (5/8).

Sehari kemudian, Sabtu (25/7), istri korban melaporkan suaminya yang tidak kunjung pulang sebagai orang hilang ke Polres Metro Depok.

Selanjutnya, pada Selasa (4/8) sekitar pukul 15.30 WIB, seorang warga menemukan karung tersebut hingga terlihat bagian tubuh manusia di dalamnya.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian dan ditindaklanjuti dengan olah TKP oleh Polsek Pancoran Mas bersama Tim Inafis Polres Metro Depok.

"Berbekal hasil identifikasi korban, laporan orang hilang, keterangan para saksi, serta rangkaian penyelidikan, Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap identitas pelaku dan mengamankannya di wilayah Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten," kata Budi.

Hasil pemeriksaan mengungkap bahwa Saepul (S) dan korban berkenalan melalui media sosial sebelum sepakat bertemu di sebuah kontrakan di wilayah Cipayung pada Kamis (23/7).

"Pertemuan tersebut berujung cekcok hingga pelaku menusuk bagian perut dan menggorok leher korban menggunakan pisau," ujar Budi.

Untuk menghilangkan jejak, pelaku memutilasi tubuh korban pada bagian pangkal paha, membungkus jasad menggunakan plastik hitam dan karung, kemudian membuang tubuh korban di kawasan Tanah Merah, sedangkan potongan kedua kaki dibuang ke aliran sungai di wilayah Pitara, Pancoran Mas.