TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Suasana belajar di SMP Negeri 3 Candimulyo, Kabupaten Magelang, mendadak berubah menjadi kepanikan, Jumat (7/8/2026). Belasan siswa mengeluhkan sakit perut, mual, hingga panas dingin beberapa jam setelah menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebanyak 12 siswa harus mendapatkan penanganan medis, sementara polisi langsung turun tangan menyelidiki penyebab kejadian tersebut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, makanan MBG dibagikan kepada siswa sekitar pukul 10.00 WIB. Menu yang disajikan terdiri dari nasi kuning, telur rebus berbumbu kecap, kering tempe, acar, dan buah anggur. Seperti hari-hari sebelumnya, tidak semua siswa menghabiskan makanan di sekolah. Sebagian memilih membungkusnya untuk dimakan di rumah.
Namun menjelang jam pulang sekolah, kondisi berubah. Sejumlah siswa mulai mengeluhkan sakit perut, bahkan beberapa di antaranya harus bolak-balik ke toilet.
Guru SMP Negeri 3 Candimulyo, Wahyudi, mengatakan gejala mulai muncul sekitar pukul 13.20 WIB.
"Setelah jam pelajaran selesai, anak-anak mulai mengeluh. Ada yang sudah ke toilet karena buang air, ada yang mengeluhkan sakit perut, ada juga yang merasa panas dingin," kata Wahyudi.
Menurutnya, saat itu para siswa sebenarnya sudah bersiap meninggalkan sekolah. Namun beberapa di antaranya tidak mampu pulang karena kondisi fisiknya melemah.
"Anak-anak sudah baris mau pulang, tetapi ternyata ada yang tidak bisa pulang karena kondisinya. Akhirnya kami langsung melakukan penanganan," ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah segera berkoordinasi dengan pemerintah desa dan fasilitas kesehatan. Sejumlah ambulans desa langsung dikerahkan ke sekolah untuk mengevakuasi siswa yang membutuhkan penanganan medis.
"Kami langsung menghubungi ambulans desa. Ada tiga sampai empat ambulans yang datang ke sekolah untuk membantu membawa anak-anak yang perlu dirujuk," jelas Wahyudi.
Sebagian siswa kemudian dibawa ke Rumah Sakit Merah Putih, sementara lainnya mendapat penanganan di Puskesmas Candimulyo.