TRIBUN-MEDAN.com - Media sosial (medsos) diramaikan foto yang memperlihatkan mural angka 81 yang dibuat untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI.
Mural angka 81 itu bergambar dua orang, satu bertubuh gemuk dan satu kurus.
Setelah beredar di medsos, ragam komentar pun bermunculan. Sebagian orang menilai gambar itu sebagai kritik sosial, sedangkan sebagian lainnya menganggapnya karya seni.
Kini, setelah viral di medsos, warga akhirnya sepakat untuk menghapusnya.
Dilansir Tribunsolo.com, mural tersebut berada di pos ronda RT 001, RW 006, Dusun Windan, Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Pantauan Kompas.com, pada bagian dalam angka delapan, terdapat gambar pria berbadan gemuk mengenakan peci. Sementara pada angka satu, terlihat sosok pria bertubuh kurus dengan posisi kepala menunduk. Kedua sosok tersebut dicat dengan warna hitam dan saling berhadapan.
Winarno (45), warga sekitar mengatakan, kini warga memutuskan untuk menghapus mural tersebut dan rencana akan diganti dengan tema merah putih.
"Ya kemarin kita kan ya cuma nunggu dari warga, alangkah baiknya kita gimana. Kita yo wislah kita daripada bikin heboh warga enggak nyaman, kita ganti merah putih saja, gitu kemarin," ujar Winarno, Jumat (7/8/2026).
Ia menegaskan, penghapusan mural tersebut tidak berasal dari permintaan pihak manapun. Melainkan murni atas keputusan bersama.
"Kesepakatan warga sendiri, daripada bikin ramai heboh. Ya biar aman saja. Biar aman, damai, enggak ada apa-apa. Biar damai, enggak ada apa-apa, muncul apa-apa," katanya.
Winarno mengatakan, mural angka 81 itu dibuat oleh bapak-bapak RT 001, RW 006, Dusun Windan untuk meramaikan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI.
Ia mengatakan, awal mula pembuatan mural lantaran terinspirasi dari daerah lain.
"Iya, dari daerah, dari YouTube, dari media sosial gitu, cuma inspirasi saja, kok kayak rame, kita ikutan-ikutan saja gitu," ujar Winarno, Jumat (7/8/2026).
"Cuma kita ikut-ikutan saja gambar-gambar biar meramaikan 17-an gitu saja," jelasnya.
Ia mengatakan, tidak ada unsur apapun dalam pembuatan mural.
"Kita cuma dari warga inisiatif ikut nggambar gitu saja cuma meramaikan, enggak tahunya kok jadi heboh kayak gini, gitu," katanya.
Ia menegaskan, bahwa yang terlibat dalam pembuatan mural adalah bapak-bapak, sementara para pemuda hanya menyediakan sejumlah fasilitas.
Ia mengatakan, mural bergambar dua sosok yang berada di dalam angka 81 tersebut tidak memiliki arti khusus.
Winarno dan warga lainnya mengaku heran mengapa mural tersebut bisa viral dan menimbulkan kehebohan di masyarakat.
"Enggak tahu sama sekali. Jadi kita cuma gambar-gambar, tahu-tahu dua hari ada yang mengunggah di Facebook ikut langsung kemarin-kemarin langsung heboh gitu," terangnya.
Ia mengaku tidak tahu menahu terkait siapa pengunggah pertama mural tersebut di media sosial.
Winarno mengatakan, pos ronda tersebut setiap tahunnya selalu digambar mural yang berbeda untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI.
"Iya, digambar-gambar, kemarin-kemarin gambar taman, taman hias, gitu, gambar taman, terus gambar kartun-kartun, gitu, setiap tahun ganti sini. Terus kemarin ada gambar ini kok jadi bikin heboh," katanya. (*/tribunmedan.com)