Liputan6.com, Jakarta - Ketua Dewan Pembina Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS), Hashim Djojohadikusumo, meminta seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) yang tergabung dalam FORMAS untuk aktif mengawal program-program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan Hashim saat menghadiri pengukuhan 20 ormas baru yang bergabung dengan FORMAS. Menurutnya, pengawasan dari masyarakat penting untuk mencegah berbagai penyimpangan, khususnya dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Saya sudah minta waktu itu, 1-2 tahun lalu, FORMAS dan waktu itu 80 anggota FORMAS untuk ikut mendampingi, mengawal, mengawasi, memantau program-program Presiden Prabowo termasuk MBG. Saya minta saudara-saudara mengawal, memantau, jangan supaya ada korupsi di BGN," kata Hashim di Auditorium Podomoro University, Jakarta Barat, Jumat (7/8).
Dengan bergabungnya 20 ormas tersebut, total anggota FORMAS kini menjadi 103 organisasi. Ia mengatakan pengawasan masyarakat menjadi bagian penting agar program pemerintah berjalan sesuai tujuan dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu.
Hashim mengungkapkan bahwa dirinya rutin menerima berbagai laporan terkait pelaksanaan MBG dan akan langsung meneruskannya kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, langkah itu dilakukan agar setiap persoalan dapat segera ditindaklanjuti.
Ia menyampaikan, FORMAS sejak awal juga telah menggandeng aparat penegak hukum dan lembaga pengawas untuk memperkuat pengawasan program MBG.
Bahkan, kata Hashim, pada September 2025 dirinya sempat mengundang Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung serta Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam upaya memastikan tata kelola program berjalan dengan baik.
"Kita pantau dan kita sudah tahu pergantian pimpinan BGN itu termasuk karena kami-kami memantau dan mengawasi," kata Hashim.

Ia juga mengajak seluruh anggota Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) yang baru bergabung dengan FORMAS untuk ikut mengawasi pelaksanaan MBG hingga ke tingkat daerah.
"Saya minta bapak-bapak ibu-ibu dari Ikatan Persaudaraan Haji ikut di dalam FORMAS mengawasi program. Di desa-desa, di kota, dapur-dapur diawasi. Kalau ada belatung lapor. Setiap dapur yang begitu sudah dicabut, ratusan sudah dicabut izinnya. Kita tegas," jelasnya.
Meski begitu, Hashim menjelaskan pelaksanaan MBG secara umum berjalan baik. Ia mengatakan terdapat ribuan dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Kita harus akui juga ada ribuan dapur yang bagus. Anak-anak Papua datang ke kantor saya, dari Kupang, Flores, Maluku, Aceh, mereka bilang, 'Pak jangan dihentikan Pak, kami betul-betul perlu MBG.' Mereka takut MBG dihentikan," ungkap Hashim.
Oleh karena itu, ia berharap seluruh anggota FORMAS terus mengawal, mendampingi, dan memantau berbagai program pemerintah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
"Kita mengawal, mendampingi program pemerintah dan memantau jangan sampai ada penyimpangan-penyimpangan yang akan merugikan anak-anak cucu kita," ujar Hashim.