Polisi Malam-malam Datangi Rumah Warga Pampangan OKI Sumsel, Berharap Tak Terjadi Karhutla
Refly Permana August 08, 2026 12:27 AM

 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG – Personel Polsek Pampangan memilih pendekatan yang lebih merakyat demi mencegah bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Polisi mendatangi rumah warga di malam hari untuk mengobrol langsung sekaligus memberikan edukasi bahaya api di lahan gambut yang tengah mengering.

Kapolsek Pampangan AKP Hendri Permana mengatakan, pendekatan malam hari dipilih bukan tanpa alasan. 

Sebab, pada siang hari mayoritas warga di Kecamatan Pampangan sibuk beraktivitas di luar rumah, seperti bertani atau berkebun.

"Semalam telah kita laksanakan sosialisasi tersebut. Edukasi yang disampaikan ke masyarakat bertujuan mengantisipasi terjadinya karhutla," ujar AKP Hendri pada Jumat (7/8/2026) sore.

Baca juga: Oknum Warga Sembarangan Buang Puntung Rokok, Seperempat Hektar Lahan di Musi Rawas Jadi Ladang Api

Lebih lanjut, Kapolsek menjelaskan di musim kemarau saat ini, insiden karhutla di wilayah Kabupaten OKI hampir terjadi setiap hari. 

"Karena inilah yang mendorong kami jajaran kepolisian untuk terus mengintensifkan patroli dan edukasi kepada masyarakat desa," ungkapnya.

Menurutnya, kondisi cuaca yang terik membuat sejumlah lahan gambut, semak belukar, dan lahan kosong menjadi sangat kering.

Kondisi ini membuat lahan sangat rentan dan mudah tersulut meski hanya oleh percikan api kecil.

"Lahan gambut sangat mudah terbakar, dan apabila telah terbakar sangat sulit dipadamkan. Apabila apinya meluas, bisa berhari-hari waktu yang dibutuhkan untuk memadamkannya," paparnya.

Dalam setiap kunjungannya dari pintu ke pintu maupun di forum pertemuan desa, personel Polsek Pampangan tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga teguran dan peringatan tegas.

"Kami menyampaikan imbauan keras agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar," tegas AKP Hendri.

Selain itu, warga turut diberikan pemahaman mengenai ancaman sanksi pidana yang siap menjerat siapa saja nekat menjadi pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Baca juga: Aliran Sungai Abab PALI Kering Kerontang, Dasarnya Kini Nyaris Terlihat Jelas

"Sosialisasi di malam hari terbukti jauh lebih efektif. Pesan-pesannya pencegahan dapat diterima langsung, dipahami dan didiskusikan dengan warga yang sedang bersantai setelah lelah bekerja seharian," cetusnya.

Menutup keterangannya, AKP Hendri berharap pendekatan kekeluargaan ini bisa membawa dampak positif bagi lingkungan.

"Dengan kegiatan sosialisasi dan edukasi ini, diharapkan tumbuh kesadaran masyarakat mencegah karhutla sejak dini. Kami ingin wilayah Kecamatan Pampangan tetap aman, sehat, dan bebas dari ancaman karhutla," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.