SEA V Cup 2026 - Ini Kunci Kemenangan Indonesia atas Vietnam
Delia Mustikasari August 08, 2026 01:33 AM

SAVA
Timnas voli putri Indonesia saat menghadapi Vietnam pada leg 2 SEA V Cup 2026 di Chiang Mai, Thailand, Jumat (8/8/2026).

BOLASPORT.COM Tim nasional bola voli putri Indonesia meraih kemenangan dramatis atas Vietnam dengan skor 3-2 pada leg kedua SEA V Cup 2026 di Chiang Mai, Thailand, Jumat (7/8/2026).

Sempat tertinggal dua set, Indonesia bangkit dan menang 20-25, 18-25, 25-22, 25-20, 15-9.

Arsella Nuari Purnama dan Ersandrina Devega menjadi motor kemenangan Indonesia setelah masing-masing menyumbang 20 poin.  Di kubu Vietnam, P.Q. Huong tampil sebagai pencetak poin terbanyak dengan 25 poin.

Manajer timnas Indonesia, Luciana Taroreh, mengaku bersyukur atas hasil positif yang diraih timnya.

"Syukur kepada Tuhan, hari ini tim berhasil meraih kemenangan 3-2 atas Vietnam dalam pertandingan yang sangat ketat," ujar Luciana dalam siaran resmi PBVSI

Menurut dia, kemenangan tersebut tidak lepas dari mental bertanding para pemain yang tetap terjaga meski sempat tertinggal dua set.

"Para pemain menunjukkan semangat juang dan mental yang baik saat menghadapi tekanan," katanya.

Awal set pertama, permainan Indonesia beberapa kali mampu mengimbangi Vietnam dalam perolehan poin dengan motor serangan melalui Medi Yoku. Akan tetapi, Tran Thi Thanh Thuy atau 4T tidak memberikan kesempatan untuk tim Merah Putih untuk mengembangkan permainan terbaiknya.

Sempat mengimbangi beberapa kali, perlawanan Ersandrina Devega belum membuahkan hasil pada set pertama dengan mengakui keunggulan Vietnam 25-20. 

Situasi tidak jauh berbeda pada set kedua di mana pertahanan Indonesia kesulitan dalam mengimbangi permainan lawan hingga masa-masa krusial.

Angin segar mulai terlihat pada set ketiga di mana pola permainan Indonesia jauh lebih efektif melalui tekanan dari Chelsa, Ersandria sampai Medi Yoku. Penampilan solid sepanjang laga membuat Indonesia mencuri 1 angka untuk membuat jalan Vietnam menjadi lebih panjang.

Memasuki set keempat, Indonesia mengambil inisiatif terlebih dulu untuk mendulang 3 poin beruntun melalui gempuran Vietnam yang kurang mumpuni.

Unggul 3-0, tim besutan Marcos Sugiyama itu mulai goyah dengan bloking yang kurang sempurna dari Arsela Nuari Purnama.

Tekanan dari Luu Thi Hue mulai merepotkan pertahanan Indonesia, tetapi Chelsa dkk masih bisa bertahan dan menjaga momentum keunggulan.

Protes sempat dilayangkan Sugiyama yang merasa salah satu pemain Vietnam melakukan blocktouch, tetapi rekaman video tidak berhaisl membuktikannya.

Challenge sia-sia membuat permainan Indonesia mulai menurun di mana Vietnam Kembali mendekat dengan quick yang dilancarkan oleh Vi Thi Yen Nhi.

Ersandrina sempat memberikan tekanan kepada tim besutan Nguyen Tuan Kiet tersebut melalui servisnya sebelum receive lawan memaksa untuk menjalani reli Panjang.

Tensi permainan mulai berubah, tempo cepat dikembangkan oleh Medi Yoku dan Namira Maradanti atau Rara untuk terus menambah keunggulan.

Bloking dari Medi Yoku menambah keunggulan Indonesia untuk berjarak dengan Vietnam sebanyak 6 poin. Tak lama berselang, spike dari Arsela menghadirkan satu poin tambahan setelah para pemain Vietnam mati Langkah dengan hanya berdiam diri.

Diawali receive yang kuat dari Medi Yoku, bola melambung berhasil dituntaskan dengan gebukan keras dari Chelsa untuk membuat Indonesia unggul 15-9. 

Pertahanan Vietnam benar-benar tidak berkutik di fase ini, rentetan kesalahan mereka mampu dikonversi menjadi poin oleh Chelsa, Medi Yoku, hingga Ersandrina.

Momentum angka beruntun dari Tim Merah Putih terhenti setelah pukulan Ersandrina mampu diblok dengan baik. Ancaman Vietnam terasa setelah Medi Yoku gagal mengantisipasi tekanan yang dating dari smash keras 4T.

Sempat mendapatkan 1 poin, Indonesia Kembali kehilangan angka setelah kombinasi bloking dari Ersandrina dan Medi Yoku gagal membendung gebukan 4T.

Jarak tersisa 3 poin, Vietnam mulai mengubah arah permainan dengan lebih sabar dalam meladeni reli-reli para pemain Indonesia. Error dari Ersandrina membuat Vietnam kini hanya berjarak 1 poin saja sebelum gebukan Arsela kembali mengguncang lawan.

Medi Yoku menunjukkan kelasnya melalui 2 poin beruntun untuk menghadirkan momen set point perama bagi Indonesia sebelum dituntaskan menjadi kemenangan 25-20.

Diawali servis dari Vo Thi Kim Thoa, bloking yang gagal dari Chelsa membuat Indonesia tertinggal lebih dulu pada awal set kelima. Tertinggal 2 poin, perlawanan mulai terlihat melalui spike keras dari Arsela sebelum Ersandrina membuat kedudukan imbang lagi.

Momentum berbalik di mana Indonesia merebut keunggulan melalui bloking yang solid dari Rara meski tak lama kegagalan Tisya Amallya Putri harus dibayar mahal.

Akan tetapi, keputusan Marcos untuk meminta challenge membuahkan hasil, 1 angka Vietnam dibatalkan setelah seorang pemainnya terbukti melakukan net touch. 

Upaya dari Vietnam belum terhenti, melalui gebukan 4T, mereka menambah poin untuk memangkas jarak dengan Indonesia menjadi 3 poin. Bloking brilian dari Ersandria kembali menjadi penghambat Vietnam dalam mengejar ketertinggalannya.

Indonesia mendapat match point pertama, kesalahan servis dari Medi Yoku membuat Indonesia tertahan 1 kali sebelum akhirnya menang pada set kelima 15-9.

Luciana menilai kemenangan atas Vietnam menjadi bekal penting untuk menghadapi pertandingan berikutnya di SEA V Cup 2026. Meski demikian, tim pelatih tetap akan melakukan evaluasi.

"Kemenangan ini penting untuk meningkatkan kepercayaan diri tim, namun kami tetap akan melakukan evaluasi untuk memperbaiki beberapa aspek permainan menjelang pertandingan berikutnya," tuturnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.