TRIBUNTRENDS.COM - Kasus ini mencuat setelah curhatan Yurizal di media sosial justru mendapat komentar yang dinilai tidak berempati dari beberapa oknum nakes.
Di tengah sorotan publik yang semakin besar, satu per satu oknum tenaga kesehatan mulai menyampaikan permohonan maaf melalui akun media sosial masing-masing.
Permintaan maaf itu diketahui juga oleh pihak keluarga almarhum yang hingga kini masih berduka atas kepergian Yurizal.
Adik kandung Yurizal, Maulidya, mengaku telah mendengar dan melihat adanya video permintaan maaf yang beredar.
Meski demikian, keluarga memilih tidak memberikan respons berlebihan terhadap langkah tersebut.
"Cuma tau ini minta maafnya bikin video, kayak udah, kayak gitu," ujarnya saat dijumpai TribunnewsBogor.com di kediamannya di wilayah Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jumat (7/8/2026).
Menurut Maulidya, keluarga masih menyimpan rasa kecewa dan amarah terhadap pihak-pihak yang dinilai memojokkan almarhum saat sedang berjuang melawan penyakitnya.
Baca juga: Nakes Dika Purnomo Komentar Nirempati ke Yurizal Pasien BPJS, Dinonaktifkan dari RSA UGM Yogyakarta
Namun, keluarga tidak ingin larut dalam polemik yang terus berkembang di media sosial.
Mereka memilih untuk tidak menghabiskan waktu dan tenaga dengan menanggapi satu per satu komentar pedas yang ditujukan kepada Yurizal.
Situasi tersebut juga terjadi ketika keluarga sedang fokus mengurus berbagai kegiatan tahlilan dan menerima para pelayat.
Suasana duka yang masih menyelimuti membuat keluarga lebih memilih menjaga ketenangan daripada memperpanjang perdebatan.
Bagi mereka, energi yang ada lebih baik digunakan untuk hal-hal yang memberikan manfaat dan ketenangan batin.
"Jadi daripada kita ngomongin mudarat gitu ya, tiba-tiba nanti kita berdoa aja, dipake buat berdoa aja," katanya.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa keluarga Yurizal memilih menutup luka dengan doa, alih-alih membalas komentar yang dinilai menyakitkan.
Kendati demikian, ia mengatakan hingga saat ini belum ada pihak-pihak yang merasa bersalah datang langsung ke rumahnya untuk meminta maaf.
Meskipun dipenuhi rasa kecewa, kata dia, pihak keluarga akan selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin bersilaturahmi.
Baca juga: Nurma Zahara Mundur dari RSUD Setelah Hina Yurizal, Hobi Flexing, Ngaku Owner Kafe, Ternyata Bohong
"Kalau yang mau datang, datang silahkan kita pun welcome, nggak akan yang marah-marah tau kayak gimana," katanya.
Wanita berusia 22 tahun itu menegaskan, keluarga besar almarhum saat ini lebih memilih menutup persoalan ini ketimbang membesar-besarkannya.
Pihak keluarga pun tidak memiliki niatan sedikitpun untuk membalas orang-orang yang telah berbuat jahat dan menyakiti almarhum.
"Marah sih, marah. Apalagi saya sebenarnya nggak bisa sabar ya orangnya. Cuman karena mewakili segenap keluarga, ya mau nggak mau, menanggapinya dengan lebih wise. Tidak marah-marah atau berkata kasar seperti mereka," katanya.
(TribunTrends/TribunBogor)