TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Cinta dan kesetiaan kepada klub sepak bola memang kerap melahirkan kisah-kisah berkesan.
Hal itulah yang dirasakan oleh Diki, Ketua (Capolista) Milanisti Indonesia Sezione Lampung, saat berkesempatan melihat langsung klub kesayangannya, AC Milan yang tengah melakukan tur pramusim ke Jakarta.
Diki tak pernah menyangka, perjalanan panjangnya mencintai Rossoneri sejak bangku sekolah kini berbuah manis.
Awal mula Diki jatuh hati pada AC Milan bermula saat ia duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), bertepatan dengan momen AC Milan meraih gelar juara Serie A Tahun 2010/2011 di mana bintangnya saat itu yakni Zlatan Ibrahimović.
Kecintaannya makin menguat saat SMA hingga ia memutuskan bergabung dengan komunitas Milanisti Indonesia Sezione Lampung.
Saat itu, Diki menjadi anggota paling muda di antara para seniornya.
Kisah unik pun terukir saat ia ingin ikut acara nonton bareng laga-laga penting AC Milan yang kerap berlangsung dini hari.
"Saya pernah di momen nobar jam 02.45 WIB itu diantar sama bokap ke tempat nobar. Bokap nganter terus pulang, selesai nobar Subuh, saya baru pulang.
Itu Minggu malam Senin, jadi subuh pulang langsung sekolah," kenang Diki sambil tertawa saat berbincang dengan TribunJakarta.com di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).
Kesetiaannya juga diuji saat Milan berada di masa-masa sulit sekitar tahun 2016–2017.
Di saat teman-teman sekolahnya banyak yang mendukung klub-klub yang sedang berjaya seperti Barcelona, atau Real Madrid, Diki tetap bergeming.
"Teman-teman rata-rata dukung Barca atau Madrid yang lagi hebat-hebatnya. Gua sering diledek, tapi gua tidak terpengaruh," kata dia.
"Kalau Milan udah berada di nadimu, maka selamanya akan mengalir di darahmu," ujarnya melanjutkan.
Bertahun-tahun setia mendukung dari jauh, Diki kini dipercaya menjadi Capolista (Ketua) Milanisti Indonesia Sezione Lampung.
Jabatan ini membuatnya mendapat kesempatan menjadi perwakilan Lampung untuk menghadiri cara meet and greet dengan pemain AC Milan pada Jumat sore.
"Besok (Sabtu) bus langsung dari Lampung, kurang lebih 80 orang. Kami bawa koreografi seperti banner, bendera besar, hingga bendera kecil sebagai entitas resmi Milanisti Lampung," jelasnya.
Kebahagiaan Diki kian lengkap saat menghadiri sesi meet and greet lantaran berhasil membawa pulang kenang-kenangan super berharga berupa tanda tangan asli dari sang maestro lapangan tengah, Luka Modrić.
Strategi khusus pun sudah ia siapkan jauh-jauh hari dari Lampung dengan membawa jersey yang sudah disiapkan nama spesifik sang pemain.
"Dari rumah tuh saya udah beli jersey namanya langsung Modric. Tadi kebetulan pas mereka mau keluar, saya ada di posisi paling depan, langsung saya minta tanda tangannya buat di jersey saya. Ada videonya nih," kata Diki penuh gembira.
Bagi Diki, momen ini menjadi pembuktian bahwa kesetiaannya mendukung AC Milan sejak kecil—meski pernah melewati masa-masa sulit—tak pernah sia-sia.
Diketahui, AC Milan akan menghadapi Chelsea dalam laga pramusim yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat pada Sabtu (8/8/2026) malam.