Ibu Kecewa Laporan Mandek di Polresta Deliserdang, Anak hampir Tewas Dianiaya Sekelompok OTK
Truly Okto Hasudungan Purba August 08, 2026 01:53 AM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Seorang ibu rumah tangga (IRT), warga Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang bernama S Rahayu merasa kecewa dengan kinerja Polresta Deliserdang.

Pasalnya, laporan dugaan penganiayaan yang dialami anaknya berinisial AWS, remaja yang sekarang duduk kelas 3 SMA hampir 2 tahun mendek sejak tahun 2024. Hingga saat ini terduga pelaku yang hampir menewaskan anaknya belum ada yang berhasil ditangkap Polisi.

Padahal, anaknya saat itu hampir tewas setelah daniaya beramai-ramai hingga dibacok. "Kami kecewa sekali karena hampir dua tahun belum terungkap, dan tidak ada yang ditangkap. Padahal anak saya hampir meninggal akibat dianiaya,"kata S Rahayu, Kamis (6/8).

Rahayu menjelaskan, kondisi anaknya kini mulai berangsur membaik, setelah sebelumnya meregang nyawa. Luka bacok di kepala membuat tempurung harus dioperasi, dan sempat koma.

Meski begitu, mereka masih menuntut keadilan atas peristiwa yang terjadi pada Minggu, 8 September 2024 lalu. Ia menceritakan, penganiayaan terhadap anaknya bermula ketika AWS pergi ke pasar malam bersama rekannya menggunakan sepeda motor, dengan posisi korban dibonceng.

Begitu hendak pulang, di Jalan Perintis Kemerdekaan, Desa Bangun Purba, Kecamatan Bangun Purba, korban dicegat sekelompok orang diduga geng motor bersenjata tajam. Karena takut, lantas mereka tancap gas, dan mencoba melarikan diri. Namun nahas, balok dan tebasan senjata tajam begitu cepat melesat ke kepala korban dan rekannya hingga akhirnya mereka terjatuh.

Baca juga: Polda Sumut Grebek Markas Scam Internasional di Apartemen Podomoro Medan

Korban, dengan luka bacok berusaha melarikan diri menyelamatkan nyawanya. Tapi korban pingsan tak sadarkan diri dan menjadi bulan-bulanan. "Karena takut, lewat aja, dibacok anakku itu dan kawannya yang di depan, dipukul pakai kayu balok,” kata Rahayu.

Karena adanya penganiayaan, warga sekitar berusaha menyelamatkan korban, dan langsung membawa ke Puskesmas. Tapi karena lukanya cukup parah, korban AWS dirujuk ke rumah sakit yang ada di Kecamatan Lubuk Pakam.

Rahayu mengatakan, pihaknya baru tahu kabar anaknya dikeroyok saat sudah dibawa ke rumah sakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, anaknya terpaksa operasi tempurung kepala. "Luka bacok di kepala, tempurungnya itu pecah dan sekarang pakai tempurung palsu. Baru semua mukanya itu keseret aspal itu hancur semua, luka semua tangan, kaki, leher,” lanjutnya.

Sementara itu, Kapolresta Deliserdang, Kombes Hendria Lesmana dan Kasat Reskrim, Kompol Isral belum merespon terkait laporan warga yang mandek. Keduanya juga belum menjawab apa kendala yang dialami sehingga belum ada terduga pelaku yang ditangkap. (cr25/Tribun-Medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.