Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diminta menyiapkan pelayanan kesehatan di berbagai tingkatan yang memadai dan mudah diakses masyarakat sebagai upaya mengantisipasi kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah fenomena El Nino saat ini.

"Siapkan pelayanan kesehatan di berbagai tingkatan yang memadai dan mudah di akses masyarakat, lengkap dengan sarana diagnostik dan obat-obatannya," kata Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Prof Tjandra Yoga Aditama saat dihubungi di Jakarta, Sabtu.

Tjandra mengatakan situasi El Nino dan cuaca panas berlebihan dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit menular, termasuk ISPA. Karena itu, Pemerintah diminta bersiaga menghadapinya.

Tak hanya itu, bila kasus yang memerlukan rawat inap maka juga tentu perlu disiapkan rumah sakit untuk penanganannya.

Di sisi lain, Tjandra mengingatkan bahwa Pemprov DKI melalui Dinas Kesehatan perlu terus memberikan penyuluhan kesehatan tentang pola hidup bersih sehat (PHBS) kepada masyarakat.

Hal lain yang perlu dilakukan Pemprov DKI yakni memberikan informasi secara berkala kepada warga tentang keadaan cuaca, suhu, polutan di udara, dan lainnya. Ini diperlukan agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas sesuai dengan perkembangan cuaca yang ada.

"Pemerintah tentu perlu melakukan upaya modifikasi cuaca. Kalau ada panas kering berlebihan maka mungkin dapat dibuat hujan buatan," kata Tjandra yang juga menjabat sebagai Direktur Pascasarjana Universitas YARSI itu.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat total 1.966.308 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Jakarta pada Januari hingga Oktober 2025.

Total kasus ISPA tersebut merupakan penyakit dengan jumlah kunjungan tertinggi di Puskesmas karena penularannya dapat terjadi dengan sangat mudah melalui percikan droplet, partikel aerosol di udara.