TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR — Penantian panjang Persebaya Surabaya akhirnya berakhir di Bali.
Bajul Ijo resmi menjadi juara Piala Presiden 2026 setelah menaklukkan Persib Bandung melalui drama adu penalti dengan skor 6-5 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis 6 Agustus 2026 malam.
Gelar juara Piala Presiden 2026 memiliki makna lebih dari sekadar trofi pramusim bagi Persebaya.
Keberhasilan tersebut sekaligus mengakhiri penantian Bajul Ijo selama 22 tahun untuk kembali mengangkat trofi besar di level nasional.
Persebaya dan Persib harus melalui pertandingan panjang sebelum menentukan juara.
Kedua tim bermain imbang 1-1 hingga 90 menit waktu normal dan tambahan waktu 30 menit.
Ramadhan Sananta membawa Persib Bandung unggul lebih dahulu, sebelum Persebaya Surabaya menyamakan kedudukan melalui Matricardi.
Skor 1-1 bertahan hingga extra time berakhir.
Pemenang akhirnya harus ditentukan melalui drama adu penalti.
Persebaya tampil lebih tenang dari titik putih dan memastikan kemenangan 6-5.
Trofi Piala Presiden 2026 pun menjadi milik Bajul Ijo, sementara Persib Bandung harus puas sebagai runner-up.
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengakui kemenangan melalui adu penalti di partai final bukanlah sesuatu yang mudah.
Terlebih, Persebaya harus menjalani pertandingan dalam kondisi fisik yang tidak sepenuhnya ideal akibat padatnya jadwal turnamen.
"Pertama-tama saya ingin katakan bahwa tidak mudah menang lewat adu penalti di partai final. Sayangnya di liga lain saya pernah punya pengalaman buruk soal ini, tapi hari ini saya sangat bahagia karena kami berhasil menang," ujar Bernardo Tavares usai laga.
Pelatih asal Portugal tersebut menilai Persebaya mampu menciptakan sejumlah peluang berkualitas sepanjang pertandingan.
Namun, keterbatasan waktu pemulihan membuat kedua tim tidak bisa tampil dengan intensitas maksimal.
"Saya pikir kami punya peluang-peluang terbaik dan kesempatan yang lebih banyak dari tim lawan. Pertandingan memang tidak terlalu berintensitas tinggi, tapi itu normal karena kedua tim tidak punya banyak waktu untuk recovery," kata Tavares.
Menurut Tavares, kondisi Persebaya bahkan lebih berat karena memiliki waktu pemulihan yang lebih singkat dibandingkan Persib Bandung.
"Persib main di waktu sore, sedangkan kami bermain di malam hari pada laga sebelumnya. Artinya waktu recovery kami lebih sedikit dibandingkan Persib. Namun, sikap dan mentalitas para pemain kami hari ini sangat fantastis," lanjut pelatih asal Portugal tersebut.
Persebaya sempat berada dalam posisi tertinggal setelah Persib mencetak gol lebih dahulu.
Namun, Bajul Ijo mampu menjaga fokus dan terus mencari peluang hingga akhirnya berhasil menyamakan kedudukan.
Tavares mengakui timnya sempat melakukan kesalahan yang membuat Persib mampu mencetak gol.
Namun, mentalitas pemain untuk terus berjuang hingga akhir menjadi salah satu kunci keberhasilan Persebaya.
"Kami mencetak gol lebih dulu, namun sayangnya kami melakukan satu kesalahan hingga kebobolan. Kami punya 3 sampai 4 peluang lagi, sayangnya tidak menjadi gol. Tapi daya juang pemain terus bertahan sampai akhir laga. Inilah yang harus kami jaga dan lanjutkan," tegasnya.
Perjuangan tersebut akhirnya terbayar saat Persebaya mampu memenangkan adu penalti dan mengangkat trofi Piala Presiden 2026.
Bagi Persebaya, kemenangan di Stadion Kapten I Wayan Dipta menjadi momen bersejarah.
Trofi Piala Presiden 2026 menjadi penanda berakhirnya penantian panjang klub kebanggaan masyarakat Surabaya untuk kembali meraih trofi besar.
Tavares menyebut keberhasilan tersebut sebagai momentum kebangkitan Persebaya di sepak bola nasional.
"Kami membawa pulang trofi Piala Presiden pertama untuk Persebaya. Setelah 22 tahun tanpa trofi besar, sekarang dahaga itu berhenti. Hari ini, 6 Agustus, Persebaya resmi memiliki trofi ini," ucap Tavares.
Trofi tersebut juga menjadi hadiah bagi Bonek dan Bonita yang selama ini setia memberikan dukungan kepada Persebaya.
Tavares pun mengajak para pendukung untuk kembali memenuhi stadion ketika Persebaya menjalani pertandingan uji coba pada 15 Agustus mendatang.
"Selamat untuk Bonek dan Bonita. Saya berharap nanti pada 15 Agustus Anda sekalian bisa datang ke GBT. Kami akan bertanding di sana, dan cara terbaik bagi Anda untuk mengucapkan terima kasih kepada pemain adalah dengan memadati stadion," tuturnya.
Di balik keberhasilan Persebaya mengangkat trofi, Tavares tetap memberikan apresiasi kepada Persib Bandung.
Ia menilai Maung Bandung juga telah menunjukkan perjuangan besar sepanjang pertandingan final.
Tavares berharap Persib mampu meraih hasil positif saat mewakili Indonesia di kompetisi AFC.
"Untuk Persib, mereka juga bertarung keras dan layak dihormati. Sayangnya hanya ada satu tim yang bisa menang. Saya mendoakan yang terbaik untuk mereka di kompetisi AFC, karena ini penting bagi Indonesia dalam mengumpulkan poin," ujarnya.
Kiper Persebaya, Reza Arya, turut menjadi bagian dari sejarah keberhasilan Bajul Ijo meraih gelar Piala Presiden 2026. Ia mengaku bersyukur bisa membawa Persebaya mengakhiri penantian panjang untuk meraih trofi.
Reza mendedikasikan gelar tersebut kepada seluruh pemain, jajaran tim, serta Bonek dan Bonita.
"Mewakili pemain, alhamdulillah malam ini kita bisa meraih piala dan penantian panjang tim Persebaya akhirnya bisa terwujud. Saya sangat berterima kasih kepada teman-teman yang sudah bekerja sangat keras," kata Reza Arya.
Kiper Persebaya itu juga mengungkapkan beratnya persiapan tim menjelang partai final.
Waktu pemulihan yang sangat terbatas membuat pemain lebih banyak menjalani recovery dibandingkan latihan.
"Kita tahu kita tidak mempunyai banyak waktu untuk istirahat. Kemarin kita tidak sempat menjalani latihan dan cuma recovery. Tapi tadi pemain sangat fight selama 100 menit lebih sampai adu penalti," ungkap Reza.
Bagi Reza, trofi Piala Presiden 2026 juga menjadi gelar kedua yang diraihnya selama berada di bawah asuhan Bernardo Tavares.
"Ini trofi kedua saya bersama Coach Bernardo Tavares, dan semoga ke depannya bisa jauh berprestasi lagi bersama tim Persebaya," kata Reza.
Meski berhasil meraih trofi di ajang pramusim, Reza menegaskan Persebaya tidak boleh terlena.
Menurutnya, target utama Bajul Ijo selanjutnya adalah tampil konsisten dalam kompetisi resmi.
"Tentunya ini baru permulaan karena masih pramusim. Yang paling penting nanti kita bisa menjalani liga dengan bagus dan tampil konsisten," tutupnya.
(*)