TRIBUNMANADO.CO.ID - Obor Pemuda GMIM, renungan dalam sepekan mulai 9 - 15 Agustus 2026.
Pembacaan alkitab terdapat pada Filipi 2:12-18.
Tema perenungan Lakukanlah Segala Sesuatu dengan Tidak Bersungut-Sugut dan Berbantah-bantahan.
Khotbah:
Sobat Obor, terkadang, kasih karunia Allah disalahartikan.
Dalam banyak peristiwa hidup yang kita alami, dengan penuh keyakinan kita berucap "Allah pasti menolong". Lalu, kita
berhenti untuk berjuang.
Kita berkata: "Allah pasti bekerja dalam hidupku" Pada akhirnya kita merasa tidak perlu melakukan apa-apa.
Kebanyakan orang termasuk anak muda memperlakukan kasih karunia Allah bagaikan candu yang membuat manusia tertidur.
Kita terus menikmati kasih Allah yang mengampuni, tapi kehilangan semangat untuk bertumbuh.
Kita seolah menjalani kehidupan rohani dengan Loss of guilt.
Keadaan ketika hati nurani kita menjadi tumpul, sehingga tidak lagi merasa tertanggu oleh kesalahan yang dilakukan. Kita tidak iagi peka terhadap dosa dan dampaknya.
Sikap ini tentu sangat bertentangan dengan apa yang dimaksud Paulus dalam ayat 12. la berkata: "Kerjakanlah Keselamatanmu".
Paulus memakai kata Katergazesthai, yang berarti menyelesaikan sesuatu dengan sempurna. Jadi, jika Allah sedang bekerja di dalam diri kita, maka kita pun harus bekerja.
Jika Allah sedang membentuk kita, maka kita harus memberi diri untuk dibentuk. Jika Allah telah menyelamatkan kita, maka keselamatan itu harus tampak nyata dalam cara kita hidup setiap hari.
Apa yang sudah Allah kerjakan didalam hidup kita, harus terlihat dalam kehidupan setiap hari.
Sebagai orang muda, Paulus mengajak kita untuk memiliki sikap 'takut dan gentar" terhadap Allah. Paulus memahami bahwa manusia mudah jatuh dalam kesombongan, kelalaian, dan rasa puas diri.
Karenanya, sikap "takut dan gentar" membuat kita berkata: "saya membutuhkan Tuhan setiap hari.
Saya tidak dapat berjalan dengan kekuatan sendiri". Karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-IVya." (ayat 3).
Artinya, Allah sedang bekerja di dalam diri kita. Karena itu, kita tidak boleh hidup dengan sikap masa bodoh. Justru karena Allah bekerja, kita dipanggil untuk semakin bertanggung jawab.
Paulus mengajak jemaat di Filipi untuk hidup dengan bertanggung jawab.
Dengan sikap tanggung jawab, mereka dapat melakukan segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantah.
la mengingatkan agar jemaat Filipi jangan bersikap seperti bangsa Israel ketika berada di padang gurun.
Mereka sudah diselamatkan, tetapi hidup mereka penuh keluhan.
Karenanya, ketika segala sesuatu dikerjakan dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantah, mereka akan menjadi anak-anak Allah yang tidak bercela dan tetap bercahaya seperti bintang-bintang. (ay15).
Sobat obor, ketika keluhan menjadi bahasa utama, kita perlahan kehilangan rasa syukur; dan ketika perdebatan menjadi kebiasaan, kita perlahan kehilangan damai di dalam hati.
Firman Tuhan saat ini mengingatkan bahwa iman tidak hanya diuji di saat semuanya berjalan baik, tetapi justru
di saat rencana tidak sesuai harapan.
Di sanalah terlihat apakah kita masih percaya bahwa Tuhan tetap bekerja, atau kita mulai berjalan hanya dengan
kekuatan sendiri.
Ketika bangsa Israel diuji, mereka mengelu karena banyak hal tidak berjalan sesuai harapan.
Mereka bersungut-sungut ketika menghadapi kekurangan air di Mara.
Mereka mengeluh tentang makanan di padang gurun Sin, sampai berkata bahwa lebih baik mereka mati di Mesir.
Bahkan ketika Tuhan sudah memberikan manna dari surga, mereka tetap tidak puas dan terus meminta hal yang lain.
Padahal mereka sudah melihat banyak mujizat.
Mereka sudah mengalami pembebasan. Tetapi keluhan membuat mereka lupa akan penyertaan Tuhan yang sudah nyata di masa lalu.
Firman Tuhan hari ini mengajak kita agar tidak lupa dengan Keselamatan yang Tuhan berikan.
Di tengah kehidupan yang sering lelah dengan tekanan hidup, kita di ajak untuk tidak mengeluh dan bersungut-sungut hingga kehilangan arah.
Sebab keselamatan yang kita terima bukan untuk membuat kita hidup dalam keluhan, melainkan untuk membentuk kita
menjadi generasi yang tetap percaya, tetap bersyukur, dan tetap taat di tengah proses hidup yang tidak selalu mudah.
Karenanya, jadilah pemuda yang mengerjakan anugerah itu dengan hati yang tenang, sehingga hidupmu menjadi terang di tengah dunia yang penuh kegelisahan. Amin.