TRIBUNSOLO.COM - Lagu “Menari Di Atas Luka” merupakan salah satu lagu dangdut yang dipopulerkan sekaligus diciptakan oleh Imam S. Arifin, penyanyi dangdut legendaris asal Madura, pada 1990an.
Lagu ini mengangkat kisah tentang kekecewaan dan luka hati akibat pengkhianatan orang yang dicintai.
Ungkapan “menari di atas luka” menggambarkan seseorang yang seolah tidak peduli terhadap penderitaan pasangannya.
Dengan nuansa dangdut klasik, lagu ini menyampaikan perasaan sedih, kecewa, dan sakit hati karena cinta yang tidak dihargai.
Tema tersebut membuat “Menari Di Atas Luka” tetap dikenal sebagai salah satu lagu yang dekat dengan kisah percintaan dan patah hati.
Belakangan lagu ini kembali populer setelah dibawakan ulang oleh Decky Ryan.
Dirilis pada 17 April 2023 dalam aransemen berbeda, video klipnya di YouTube sudah disaksikan lebih dari 28 juta kali.
Intro Am..G…F…Am
.
Am
G Am G Am
Kau menari-nari di atas lukaku ini
G F Am…
di saat aku membutuhkan cintamu
G Am G Am
seakan diriku bagai sampah yang berbau
G F Am
begitu mudah..kau campakkan cintaku
.
Am.. Dm Am
Ho oo...oo…......Ismawati
.Am
tapi mengapa kini kembali
Am
setelah gagal membina cintamu
G F
bukankah bibir manismu yang bicara
E Am
najis katanya bercinta denganku
.
G Am G Am
bawalah cintamu berikan pada yang lain
G F Am
terlanjur sakit hati terlanjur sakit
.
Musik G..F..G..Am.. (2x)
Am G F E (2x)
Am
.
Reff
Am G-Am
lebih baik putih tulang
Am G-Dm
dari pada putih mata
Dm G Am
bila kuterima..sisa cintamu lagi
.
Int E F G Am
.
Am G-Am
lupakanlah semua
Am G-Dm
kenangan masa lalu
Dm G Am
dan jangan sesali apa yang tlah terjadi
G Am C G
anggap saja semua hadiah cinta aaaa
G F Am
walaupun akhirnya kau kini yang merana
.
*
G Am G Am
Kau menari-nari di atas lukaku ini
G F Am…
di saat aku membutuhkan cintamu
.
Musik G..F..G..Am.. (2x)
Am G F E (2x)
Am
Kembali ke Reff, *
Baca juga: Chord Kunci Gitar dan Lirik Lagu Wong Tani - Jeni Anggoro : Senajana Urip Tandur Saban Dina
Baca juga: Chord Kunci Gitar dan Lirik Lagu Putri Cening Ayu - Modesty : Dugas Pidan Cening Stata Ngoyong Jumah
(*)