TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pelabuhan Celukan Bawang, Buleleng, Bali, ditargetkan siap mendukung operasional jalur penyeberangan alternatif pada akhir 2026.
Kesiapan tersebut diproyeksikan untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Berbagai persiapan terus dimatangkan, mulai dari peningkatan infrastruktur hingga koordinasi lintas instansi.
Progres tersebut ditinjau dalam kunjungan kerja Asisten Deputi Konektivitas Maritim dan Udara Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Balkis Kusumawati, ke Pelabuhan Celukan Bawang, Bali, Kamis 6 Agustus 2026.
Baca juga: Karantina Bali Gagalkan Penyelundupan 482 Burung Tanpa Dokumen Kesehatan di Pelabuhan Padangbai
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut atas peninjauan Menteri Perhubungan awal Juli 2026, sekaligus mengevaluasi kesiapan pelabuhan dalam mendukung penguatan konektivitas transportasi laut antara Pulau Jawa dan Bali.
Peninjauan meliputi kesiapan infrastruktur pelabuhan, fasilitas operasional, aksesibilitas, serta berbagai sarana pendukung lainnya.
General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Cabang Celukan Bawang, Mochammad Imron, memastikan Pelindo terus mempersiapkan Pelabuhan Celukan Bawang sesuai arahan pemerintah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui peningkatan kesiapan infrastruktur hingga fasilitas operasional.
Saat ini, pekerjaan perkerasan area parkir sedang berlangsung.
Selain itu, fasilitas penerangan juga direncanakan akan ditambah untuk menunjang operasional pelabuhan.
"Pelindo siap berperan aktif dalam pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang sebagai bagian dari penguatan konektivitas Jawa-Bali," ujarnya, Jumat 7 Agustus 2026.
Selain kesiapan infrastruktur, Imron menyebut kesiapan operasional, keselamatan pelayaran, kualitas pelayanan, serta sinergi antar instansi juga terus digenjot.
Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, regulator, operator penyeberangan, dan Pelindo, Pelabuhan Celukan Bawang diharapkan dapat mendukung kelancaran konektivitas wilayah sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi logistik nasional.
Disinggung soal rute penyeberangan yang akan dilayani Pelabuhan Celukan Bawang sebagai jalur alternatif, Imron mengatakan hingga kini belum ditetapkan.
Beberapa opsi lintasan yang masih dikaji yakni Jangkar–Celukan Bawang, Tanjungwangi–Celukan Bawang, maupun Ketapang–Celukan Bawang.
"Untuk rutenya saat ini masih dilakukan kajian. Keputusan mengenai rute penyeberangan masih menunggu arahan pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan," tandasnya. (mer)