Senyum Manis di Balik Perjuangan Rafa Menempuh Pendidikan: Cita-citaku Jadi Dokter
Regina Goldie August 08, 2026 03:23 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok

TRIBUNPALU.COM, PALU - Rafa, anak kelas 2 SD yang sempat viral disosial media karena berjalan kaki pulang sekolah tanpa sepatu, kini mendapat bantuan dari masyarakat Kota Palu.

Beberapa bantuan hadir untuk membantu dirinya mengenyam pendidikan dengan semangat.

Mulai dari perlengkapan sekolah, alat transportasi berupa sepeda, hingga bantuan kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Sebelumnya, Rafa bersekolah di SD al Akbar Jl Tanggul Selatan Kelurahan Birobuli.

Namun karena jarak yang ia tempuh sejauh 6kilometer dengan berjalan kaki, pihak Dinas Pendidikan Kota Palu kini memindahkan Rafa ke sekolah lebih dekat.

Menurutnya keterangan ibu Rafa, Kristina Femianti (44) tahun, mengatakan bahwa sekolah Rafa sebelumnya berlokasi sama dengan SMP 21 Palu di wilayah Kelurahan Petobo.

Baca juga: Sarwendah Akhirnya Klarifikasi Ucapan di Podcast Denny Sumargo, Beber Fakta soal Anak Dibully

Namun, karena sekolah Rafa hanya menumpang bangunan sekolah, akhirnya sekolah tersebut dipindahkan ke Jl Tanggul Selatan, Kelurahan Birobuli Selatan, Palu.

"Pertama sekolahnya Rafa numpang di SMP 21 Palu, cuma karena bergabung, jadi SD Al Akbar ini dipindahkan ke Jl Tanggul, dia jalan kaki itu sekitar 7 Kilometer," katanya ibu Rafa saat ditemui awak media di rumahnya, Jumat (7/8/2026).

Walaupun dengan kondisi keluarga yang tidak mampu, Rafa tetap bersemangat untuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya.

Bak anak kecil lainnya, Rafa merasa bahagia dengan bantuan yang diberikan kepadanya dan menambah semangat dirinya untuk belajar di sekolah.

Baca juga: Karhutla Beruntun Melanda Banggai, BPBD Ingatkan Warga Tak Bakar Lahan

Ia berangkat kesekolah mulai jam 6 pagi berjalan kaki dengan penuh semangat.

"Jalan kaki jam 6, sampai sekolah jam 7 pagi," kata anak berpakaian olahraga warna orange itu kepada awak media.

Tak kenal lelah, selepas pulang sekolah, Rafa juga turut membantu orang tuanya bekerja mengumpulkan rongsokan untuk kebutuhan sehari-hari mereka.

Walaupun dengan kondisi keluarga yang tidak berkecukupan, Rafa tetap menggantungkan mimpinya setinggi langit.

"Cita-cita jadi dokter," kata anak kelas 2 SD itu dengan wajah ceria. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.