Pesan Eks Kapten Timnas Indonesia, Vennard Hutabarat kepada Pemain Futsal Yogyakarta
Joko Widiyarso August 08, 2026 04:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Eks Kapten Timnas sekaligus legenda futsal Indonesia, Vennard Hutabarat, mendorong pemain-pemain muda di Yogyakarta untuk lebih percaya diri ketika tampil di level nasional. 

Menurutnya, mental bertanding tidak cukup dibangun melalui latihan, tetapi juga harus ditempa lewat pengalaman menghadapi lawan dan situasi pertandingan di luar daerah.

Vennard menilai minimnya jam terbang menghadapi tim dari luar daerah menjadi salah satu faktor yang membuat pemain terkadang mengalami penurunan mental ketika tampil di level yang lebih tinggi.

“Kalau masalah mental, setiap pemain sebenarnya bisa teruji. Salah satunya melalui pembinaan dari pelatih. Tapi mental juga bisa terbentuk karena mereka banyak melakukan uji coba dengan tim-tim di luar kotanya sendiri,” kata Vennard, Sabtu (8/8/2026).

Ia menyebut pengalaman bertanding di luar daerah penting agar pemain muda terbiasa menghadapi berbagai karakter lawan sekaligus tekanan pertandingan. Dengan demikian, mereka tidak lagi memiliki rasa minder ketika berhadapan dengan tim yang dianggap lebih kuat.

Menurut Vennard, pengalaman Timnas Futsal Indonesia menjadi salah satu contoh pentingnya jam terbang. Persiapan menghadapi lawan-lawan kuat di luar negeri, kata dia, merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan diri pemain.

“Jadi tidak harus bicara luar negeri. Luar daerah saja dulu. Banyak bermain sparing keluar daerah untuk mendapatkan mental bertanding, itu penting, apalagi pemain muda,” ujarnya.

Vennard kemudian menceritakan pengalamannya saat menangani tim Perbanas. Ketika itu, ia sengaja membawa anak asuhnya bertanding ke Bandung untuk menguji mental mereka.

Saat pertandingan, para pemain Perbanas mendapat provokasi dari suporter dan pemain lawan. Bahkan, mereka mendapat ejekan yang cukup keras hingga membuat sejumlah pemain mengaku tertekan.

Alih-alih meminta anak asuhnya mundur, Vennard justru menjadikan situasi tersebut sebagai bagian dari proses pembentukan mental. 

“Saya bilang, terus kenapa, lu takut, Ini bagian dari uji coba kalian. Ini untuk mental kalian. Lawan,” tuturnya.

Buah kekuatan mental

Hasilnya, Perbanas mampu melewati pertandingan tersebut dengan kemenangan tipis 3-2. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan hingga menjadi juara nasional Liga Mahasiswa di Malang.

Bagi Vennard, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa mental pemain dapat tumbuh ketika mereka dibiasakan menghadapi tekanan dan situasi yang tidak mereka temui dalam pertandingan di daerah sendiri.

Selain pengalaman bertanding, ia menilai kualitas teknik juga berperan besar dalam membangun kepercayaan diri pemain.

“Kalau saya punya kualitas skill, ngapain mental saya drop ketika lawan kelihatannya lebih bagus? Seharusnya begitu,” katanya.

Karena itu, Vennard berharap pemain muda di Yogyakarta tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis yang mereka miliki, tetapi juga berani mencari pengalaman dengan menghadapi lawan-lawan dari luar daerah.

“Anak-anak muda perlu jam terbang dengan level pertandingan yang mungkin jarang mereka rasakan di daerahnya. Itu harus dilakukan,” ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.