TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Membawa nama Kabupaten Nunukan ke negeri jiran, Nunukan Football Academy (NFA) mencatat pengalaman berharga saat tampil dalam Tournament Kickoff Ground U12 di Kickoff Ground, Tawau, Malaysia, 7-9 Agustus 2026.
Meski harus mengakhiri perjuangan di babak 8 besar, penampilan anak-anak NFA mendapat perhatian dari masyarakat dan sejumlah akademi sepak bola di Malaysia.
Bukan sekadar soal hasil pertandingan, keikutsertaan NFA menjadi pengalaman penting bagi para pemain muda Nunukan karena untuk pertama kalinya mereka merasakan atmosfer kompetisi internasional dan menghadapi tim-tim dari Malaysia.
Pelatih NFA, Hermansyah Muchlis, yang akrab disapa Coach Manca, mengungkapkan keikutsertaan NFA berawal dari upaya membangun hubungan dengan sejumlah sekolah sepak bola (SSB) dan akademi sepak bola di Malaysia.
"Awalnya memang kami mencoba membangun hubungan silaturahmi dengan SSB atau academy di Malaysia. Kemudian salah satu academy di sana mengirimkan undangan turnamen kepada NFA," ujar Coach Manca kepada TribunKaltara.com, Sabtu (8/8/2026).
Baca juga: Pelatih Nunukan Football Academy Jagokan Prancis Juara Piala Dunia 2026, Lawan Argentina di Final
Setelah mendapat undangan tersebut, jajaran pelatih dan manajemen NFA kemudian berkomunikasi dengan para orang tua pemain.
Sejumlah orang tua memberikan persetujuan sekaligus dukungan agar anak-anak mereka bisa mendapatkan pengalaman bertanding di level internasional.
Keberangkatan NFA juga mendapat dukungan dari Bupati Nunukan melalui bantuan sponsor.
Dukungan tersebut turut membantu meringankan biaya akomodasi para orang tua yang mendampingi anak-anaknya selama mengikuti turnamen di Tawau.
Coach Manca mengakui, tampil di Malaysia bukan perkara mudah bagi pemain-pemain muda NFA. Selain harus menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda, para pemain juga harus beradaptasi dengan postur dan kekuatan fisik tim-tim Malaysia.
Namun, tantangan terbesar justru datang dari sisi mental.
"Anak-anak NFA sejatinya baru merasakan turnamen internasional, jadi masih ada rasa gugup secara mental," katanya.
Meski demikian, perlahan para pemain mampu beradaptasi. NFA berhasil meraih kemenangan pada babak penyisihan dan melaju hingga babak 8 besar. Sayangnya, perjalanan NFA harus terhenti setelah kalah tipis 0-1.
Yang membuat pertandingan tersebut semakin menegangkan, gol kemenangan lawan tercipta pada menit-menit akhir pertandingan.
Baca juga: Pelatih Nunukan Football Academy Jagokan Prancis Juara Piala Dunia 2026, Lawan Argentina di Final
"Di babak penyisihan awal kita dapat kemenangan sampai lolos 8 besar. Di 8 besar kita kalah 1-0 di menit-menit akhir juga," ungkap Coach Manca.
Bagi Coach Manca, hasil akhir bukan satu-satunya ukuran keberhasilan NFA dalam turnamen tersebut.
Justru pertandingan pertama menjadi salah satu momen paling berkesan.
Sebab, pada laga itulah anak-anak NFA untuk pertama kalinya merasakan langsung atmosfer pertandingan internasional dengan menghadapi tim asal Malaysia.
"Yang berkesan sebenarnya di pertandingan pertama, karena anak-anak baru merasakan bertanding internasional melawan tim Malaysia," tuturnya.
Pengalaman tersebut diyakini menjadi modal penting bagi perkembangan mental dan kemampuan para pemain NFA ke depan.
NFA Dapat Dukungan dari Penonton Malaysia
Menariknya, kehadiran NFA sebagai tim dari Indonesia mendapat sambutan positif selama turnamen berlangsung.
Masyarakat dan sejumlah akademi sepak bola di Malaysia disebut sangat terbuka terhadap kehadiran NFA.
Bahkan, penampilan anak-anak Nunukan mampu menarik perhatian penonton hingga ada yang memberikan dukungan kepada NFA.
"Respon masyarakat dan teman-teman academy lain sangat welcome dan antusias, karena kami sendiri dari negara lain. Sampai ada yang support dan dukung NFA karena penampilan anak-anak sangat menarik perhatian yang nonton," kata Coach Manca.
Bagi NFA, sambutan tersebut menjadi pengalaman tersendiri. Di tengah persaingan turnamen, anak-anak Nunukan tidak hanya membawa nama akademi, tetapi juga memperkenalkan nama Kabupaten Nunukan di Malaysia.
Target NFA: Kembali dan Berprestasi di Malaysia
Coach Manca berharap keikutsertaan di Tournament Kickoff Ground U12 bukan menjadi pengalaman sekali saja.
Ia ingin NFA dapat terus ambil bagian dalam turnamen internasional di Malaysia, meskipun dimulai dari kompetisi dengan skala kecil.
Menurutnya, semakin sering pemain mendapatkan pengalaman internasional, semakin besar pula kesempatan mereka berkembang, baik dari sisi teknik, fisik maupun mental.
"Saya berharap NFA bisa selalu hadir dalam ajang turnamen internasional ini walaupun skala kecil. Karena pasti Nunukan mulai dapat perhatian dari masyarakat di sana," harapnya.
Ke depan, NFA menargetkan bisa tampil lebih konsisten dan meraih prestasi dalam berbagai turnamen sepak bola di Malaysia.
"Target ke depannya tentunya selalu konsisten berprestasi di ajang turnamen-turnamen lainnya di Malaysia sebagai kebanggaan nama Kabupaten Nunukan," pungkasnya.
Langkah NFA memang terhenti di babak 8 besar. Namun, perjalanan anak-anak Nunukan di Tawau telah membuka pintu baru: membawa nama Nunukan lebih dikenal di kancah sepak bola usia dini Malaysia.
(*)
Penulis: Fatimah Majid