Diadaptasi dari Novel Pidi Baiq, Film 'Dan Bandung' Bawa Cerita Anak Kuliah ke Bioskop
Joko Widiyarso August 08, 2026 06:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Verona Films menggelar special screening film 'Dan Bandung' di Ambarukmo XXI, Yogyakarta, Sabtu (8/8/2026).

Film yang diadaptasi dari novel karya Pidi Baiq tersebut membawa kisah persahabatan, keluarga, dan kehidupan mahasiswa ke layar lebar dengan pendekatan yang lebih sederhana dan linier.

Film ini mempertemukan Shanna Shannon sebagai Elma dan Keisya Levronka sebagai Susi. Keduanya memerankan karakter yang memiliki kedekatan kuat dalam cerita, terutama melalui hubungan persahabatan yang menjadi salah satu bagian penting dalam film.

Bagi Shanna, proses membangun karakter Elma relatif terbantu karena memiliki sejumlah kemiripan dengan tokoh yang diperankannya. Elma digambarkan sebagai sosok pendiam dan introvert, karakter yang menurut Shanna tidak terlalu jauh dari kepribadiannya.

"Untungnya sifat Elma itu sama persis kayak aku. Dia pendiam, terus introvert. Jadi aku nggak harus ngubah apa-apa," kata Shanna.

Meski demikian, bukan berarti prosesnya tanpa tantangan. Shanna harus menghadapi sejumlah adegan emosional, terutama yang berkaitan dengan hubungan Elma dengan keluarganya. Bagian tersebut menjadi pengalaman berbeda karena menuntutnya menggali emosi lebih dalam.

Persiapan menuju syuting pun dilakukan cukup panjang. Para pemain menjalani simulasi sekitar satu bulan sebelum proses pengambilan gambar.

Keisya juga merasakan manfaat dari proses simulasi tersebut. Menurut pemeran Susi itu, persiapan yang matang membuat proses syuting relatif berjalan lancar. Namun, tantangan justru muncul ketika para pemain harus menyesuaikan diri dengan metode penyutradaraan Rudi Soedjarwo.

"Om Rudi tuh tidak terlalu menggunakan script. Kita tuh selalu script itu hanya untuk guide saja. Jadi kita nge-build dialognya semua sendiri dan bareng-bareng, brainstorming bareng-bareng," ujar Keisya.

Metode tersebut membuat para pemain tidak sekadar menjalankan dialog yang sudah tersedia, tetapi ikut membangun percakapan dan situasi karakter melalui proses bersama. Bagi Keisya, pendekatan tersebut menjadi pengalaman baru dibandingkan produksi yang pernah ia jalani sebelumnya.

Kedekatan Susi dan Elma juga menjadi salah satu gambaran persahabatan yang ingin ditonjolkan dalam film. Bahkan ketika ditanya bagaimana dirinya akan bersikap jika memiliki teman dengan kondisi seperti Elma di kehidupan nyata, Keisya mengatakan ia akan melakukan hal yang kurang lebih sama seperti karakter Susi.

"Kalau di real life, aku akan melakukan apa yang Susi lakukan. Tapi tanpa perlu dia telepon, bentar-bentar sudah aku jemput. Sudah aku culik duluan kayaknya," ujarnya.

Tentang persahabatan 

Produser 'Dan Bandung', Titin Suryani, mengatakan film tersebut mengambil nilai-nilai dari novel karya Pidi Baiq dan mengembangkannya ke dalam medium film. Salah satu hal yang menarik baginya adalah latar jembatan Asia-Afrika yang berkaitan dengan kisah dan perasaan dalam cerita.

Menurut Titin, film ini tidak hanya berbicara mengenai hubungan romantis, tetapi juga menghadirkan persahabatan serta hubungan antara orang tua dan anak. Kehidupan mahasiswa juga menjadi bagian yang ingin mereka angkat, terlebih para pemeran dalam film tersebut memang berada dalam fase kehidupan sebagai mahasiswa.

"Nilai persahabatannya ada. Kemudian juga hubungan orang tua dan anak tercermin di film ini. Dan sudah lama juga film tidak ada yang tentang kuliah. Nah, ini tentang kondisi kuliah, pemain-pemainnya semua kuliah," kata Titin.

Dalam proses adaptasi, cerita dari novel tidak dipindahkan begitu saja ke layar lebar. Sutradara Rudi Soedjarwo memilih sejumlah bagian yang dianggap penting, sekaligus melakukan penyesuaian dan penambahan agar cerita lebih sesuai dengan kebutuhan film.

Titin mengatakan perubahan juga dilakukan pada struktur cerita. Jika dalam novel terdapat alur yang bergerak maju mundur, versi film dibuat lebih linier agar lebih mudah diikuti penonton. Keputusan tersebut menjadi bagian dari proses diskusi panjang antara tim produksi dan sutradara.

"Supaya lebih enak ditonton, tentunya Pak Rudi Soedjarwo yang berpengalaman itu membuatnya lebih linier. Dan itu memang kami terus-menerus berdiskusi tentang itu," ujarnya.

Terkait kemungkinan hadirnya sekuel, Titin belum memberikan jawaban pasti. Ia memilih membiarkan penonton menikmati film terlebih dahulu sebelum membicarakan kelanjutan ceritanya.

"Ada sekuelnya tidak? Oh, itu spoiler kali ya. Tonton aja nanti kita lihat. Mudah-mudahan dengan dukungan teman-teman film ini meledak, jadi kita ada sekuel," pungkasnya. (nto)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.