Tantangan Berat Padamkan Karhutla Riau: Akses Sulit, Angin Kencang hingga Embung Mengering
Firmauli Sihaloho August 08, 2026 07:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Riau masih berlanjut. 

Tim Manggala Agni masih melakukan pemadaman di sejumlah titik yang belum berhasil dikendalikan.

Titik Karhutla berada Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, dengan luas lahan yang terbakar mencapai 64 hektare.

Kondisi bahan bakar yang padat menjadi salah satu kendala tim di lapangan. 

Selain itu, jarak menuju kepala api cukup jauh. Tim harus menggunakan kendaraan roda dua selama sekitar 1,5 jam untuk melangsir peralatan, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh sekitar 1 kilometer.

Untuk mendukung penanganan, terdapat dukungan alat berat yang digunakan membuka akses jalan menuju lokasi, membuat sekat bakar atau ilaran api, serta membangun embung sebagai sumber air.

Sementara di Sungai Guntung Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 50 hektare. Angka tersebut masih dalam pendataan dan berpotensi bertambah.

Tim menghadapi sejumlah kendala, mulai dari bahan bakar yang padat, asap pekat, angin kencang, hingga keterbatasan sumber air karena embung yang tersedia mulai mengering.

Baca juga: 10.030 Narapidana di Riau Diusulkan Dapat Remisi Hari Kemerdekaan RI Ke-81

Baca juga: Penyewa Kantor dan Toko dalam Komplek STC Pekanbaru Berkesempatan Dapat Keringanan

Akses menuju kepala api juga belum sepenuhnya terbuka. 

Hingga Jumat kemarin, tim menyisir bagian tengah lokasi dengan memanfaatkan sumber air dari embung dan membentangkan selang sepanjang sekitar 450 meter.

"Untuk mempercepat penanganan, dukungan tiga unit alat berat tambahan diupayakan untuk membuka akses menuju sisi utara kepala api, menyiapkan embung sebagai sumber air, serta membuat sekat bakar," kata Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, Sabtu (8/8/2026).

Sementara itu, lanjut Ferdian, Karhutla di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, dengan luas sekitar 1 hektare telah berhasil dipadamkan. 

Penanganan berlangsung selama dua hari dan api dinyatakan padam.

Berikutnya di Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Karhutla masih belum padam. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 10 hektare.

Tim menghadapi angin kencang yang arahnya berubah-ubah serta banyaknya bahan bakar kering yang mudah terbakar.

Akses menuju lokasi juga menjadi kendala. Jalur yang paling efektif untuk mencapai titik karhutla adalah menggunakan perahu dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.

Pemadaman akan terus dilakukan pada titik-titik yang belum padam, dengan tim di lapangan juga berupaya mengatasi berbagai kendala, terutama akses menuju kepala api, ketersediaan sumber air, kondisi bahan bakar, dan cuaca.(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.