Laporan wartawan Tribun-Papua.com, Amatus Huby
TRIBU-PAPUA.COM, WAMENA – Kemeriahan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) Ke-34 Tahun 2026 mendadak berubah mencekam, Sabtu (8/8/2026) sore.
Ribuan penonton yang datang dari berbagai daerah langsung lari dan berhamburan meninggalkan lokasi untuk menyelamatkan diri, menyusul adanya suara tembakan yang menyeruak di antara kemeriahan kegiatan kebanggaan warga di Kabupaten Jayawijaya ini.
Baca juga: Polres Jayawijaya Rampungkan Olah TKP Pembakaran Pesawat dan Penembakan Pilot AMA
Para penonton yang semula menyemut di lokasi festival yang dilaksanakan di Distrik Welesi, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan langsung mencari tempat yang aman.
Ada yang berlindung di samping mobil yang terparkir, ada juga yang berlindung di balik tembok hingga berusaha menyelamatkan diri di gubuk yang dibangun sebagai posko panitia.
Festival Budaya Lembah Baliem tahun ini digelar di Distrik Welesi yang berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya dan sekaligus ibu kota Provinsi Papua Pegunungan.
Tahun-tahun sebelumnya, Festival Budaya Lembah Baliem ini digelar di Distrik Usilimo, Kabupaten Jayawijaya yang berjarak sekitar 37 kilometer dari pusat Kota Wamena.
Timah panas yang dilesakkan orang tak dikenal ini menerjang dua warga yang sedang nonton festival tersebut. Keduanya mengalami luka tembak di anggota tubuhnya.
Baca juga: Seorang Anggota KBB Ditangkap di Sugapa, Diduga Terlibat Sejumlah Aksi Penembakan di Intan Jaya
Dengan sigap, panitia dan petugas keamanan langsung melarikan dua warga tersebut ke RSUD Kabupaten Jayawijaya yang berlokasi di Jalan Trikora Nomor 9 Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya yang berjarak sekitar 8 kilometer dari lokasi festival.
Selain mengevakuasi dua penonton yang menjadi korban penembakkan, panitia dan aparat keamanan langsung memberikan panduan kepada para penonton uantuk mencari perlindungan ke areal yang lebih aman.
Termasuk mengarahkan para pengunjung untuk berlindung di area tribun guna menghindari risiko yang lebih besar.
Baca juga: Uskup Jayapura Kecam Penembakan Pilot Nicholas di Yahukimo, AMA Tak Pernah Angkut Aparat atau TPNPB
Selain itu, para pengunjung festival lainnya dievakuasi secara bertahap dari lokasi kegiatan menuju Kantor Bupati Jayawijaya guna memastikan keselamatan mereka.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Tribun-Papua.com menyebutkan, aksi penembakan diduga berasal dari arah Kali Uwe menuju kawasan Festival Budaya Lembah Baliem.
Adapun kedua korban penembakan itu diketahui bernama Laode Muhammad Kojo (43), seorang sopir yang berdomisili di Jalan Hom-Hom, Wamena, serta Salbiah (50), seorang pekerja swasta yang juga berdomisili di Jalan Hom-Hom, Wamena.
Kapolres Jayawijaya, AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK, saat dikonfirmasi mengatakan, jajarannya langsung mengamankan lokasi dan para penonton untuk mencegah timbulnya korban selanjutnya.
“Benar kejadiannya memang tadi sekitar jam 12.45 WIT, terjadi aksi penyerangan menggunakan senjata api yang menimbulkan dua korban dari masyarakat sipil,” ujarnya.
Kedua korban telah mendapatkan penanganan medis di RSUD Wamena Kabupaten Jayawijaya dan kondisi mereka saat ini dalam keadaan baik.
Lebih lanjut dia mengatakan, penembakan terjadi dari arah depan gapura pintu masuk kawasan festival.
Setelah kejadian, aparat gabungan dari Polri, TNI, serta unsur satuan tugas lainnya langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi.
“Kita sudah melakukan penyisiran, kita juga bekerja sama dengan TNI, termasuk satuan-satuan tugas, dibantu juga dari ODC. Saat ini kita masih melakukan penyelidikan dan penyisiran di lokasi,” paparnya.
Meski situasi di sekitar lokasi festival saat ini dinyatakan kondusif, pihak kepolisian merekomendasikan agar pelaksanaan FBLB dihentikan demi menjaga keselamatan masyarakat dan pengunjung. (*)
Festival Dihentikan
Hajatan bertajuk Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) yang dilaksanakan di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan menjadi agenda yang paling dinanti wisatawan, baik wisatawan domestic maupun mancanegara.
Tahun ini, hajatan tersebut yang ke-34 kalinya digelar. Pertama kali, festival ini dilaksanakan pada Tahun 1989.
Festival Budaya Lembah Baliem ini mempertemukan suku-suku yang ada di wilayah Lembah Baliem, antara lain Suku Dani, Suku Lani dan Suku Yali.
Para warga dari suku-suku tersebut bersuka ria menampilkan budaya dan kesenian adat masing-masing berupa aksi perang-perangan adat, tarian tradisional, musik Pikon, dan pameran kerajinan lokal seperti noken, koteka dan beragam anyaman lainnya.
Tak heran kegiatan tersebut menjadi kebanggaan warga khususnya di Provinsi Papua Pegunungan, karena selalu menjadi magnet untuk menyedot wisatawan berbondong-bondong menyaksikan acara tersebut.
Karena kegiatan yang dilaksanakan dua hari ini mampu menggerakkan perekonomian warga setempat. Mulai kuliner, jasa transportasi, penginapan dan lainnya.
Akibat insoden penembakan tersebut, Festival Budaya Lembah Baliem Ke-34 langsung dihentikan untuk mencegah dan mengantisipasi penembakan susulan.
Selain itu, penghentian tersebut juga untuk memberikan ruang bagi aparat keamanan dalam melakukan penyelidikan terhadap pelaku penembakan.
Se,entara itu, sesuai jadwal Festival Budaya Lembah Baliem ke-34 berlangsung selama dua hari, mulai 7 hingga 8 Agustus 2026.