Ruang Eks Ketua Yayasan Masih Disegel Usai Temuan 995 Senjata, Sekolah Minta Garis Polisi Dicopot
Wahyu Septiana August 08, 2026 07:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Pihak yayasan meminta polisi melakukan sterilisasi di sekolah yang menjadi lokasi penemuan 995 senjata di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Pantauan TribunJakarta.com, saat ini masih ada satu ruangan yang terpasang garis polisi di sekolah tersebut.

Ruangan itu sebelumnya ditempati oleh eks Ketua Pengurus Yayasan berinisial IWD yang dipecat karena diduga menyelewengkan uang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, di ruangan tersebut juga terdapat bunker.

Sementara itu, ada satu ruangan yang ditutup terpal berwarna putih.

Ruangan itu disebut sebagai gudang dan menjadi salah satu lokasi penemuan senjata.

Kuasa hukum yayasan sekolah, Hermawanto, mengaku sudah berkomunikasi dengan Polres Metro Jakarta Selatan terkait pencopotan garis polisi.

"Sterilisasi itulah yang sekarang kami meminta kepada aparat untuk segera melakukan sterilisasi untuk memastikan bahwa di sekolah sudah tidak ada lagi barang-barang yang berbahaya. Itu yang sedang kami minta kepada aparat kepolisian," kata Hermawanto, Sabtu (8/8/2026).

Ruangan eks Ketua Pengurus Yayasan Sekolah di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan masih terpasang garis polisi.
Ruangan eks Ketua Pengurus Yayasan Sekolah di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan masih terpasang garis polisi. (TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)

Menurut Hermawanto, penyidik Polres Jaksel masih berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya dan Mabes Polri.

"Jawaban sementara dari penyidik tadi adalah mereka sedang mengordinasikan dengan Polda dan Mabes Polri. Itu jawabannya dari penyidik di Polres Metro Jakarta Selatan," ujar dia.

Ia pun memastikan kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut tetap berjalan normal dan tanpa gangguan.

"Tidak ada gangguan apa pun, semua aman, kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik," ucap Hermawanto.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo mengungkapkan, ratusan senjata yang ditemukan terdiri 776 revolver airsoft gun, 215 pistol airsoft gun, dan empat senapan angin.

Selain itu, ada satu senjata api merek Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA, empat senjata laras panjang, serta tiga pucuk airsoft gun jenis FN90, AK-47 dan M4 Carbine.

Joko menjelaskan, senpi dan empat senjata laras panjang telah diamankan di Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan.

Sedangkan, ratusan senjata airsoft gun dititipkan di Wasendak Polda Metro Jaya.

"Terkait dengan temuan itu, barang-barang tersebut senjata api diamankan Unit Reskrim, berikut empat laras senjata panjang diamankan di Unit Reskrim. Kemudian airsoft gun-nya dititipkan di Wasendak Polda Metro Jaya," ujar Joko, Jumat (7/8/2026).

Di sisi lain, Joko juga membenarkan temuan narkoba jenis ganja dan sabu di ruangan lain di sekolah tersebut.

Ratusan senjata api, airsoft gun, dan amunisi ditemukan di sebuah ruangan di sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
Ratusan senjata api, airsoft gun, dan amunisi ditemukan di sebuah ruangan di sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Dok Kuasa Hukum Sekolah)

"Betul, selain barang-barang itu pada tanggal 5 Agustus kemarin ditemukan juga dua linting diduga narkotika jenis ganja dan juga ada satu paket diduga sabu yang saat ini barangnya ditindaklanjuti di Satnarkoba Polres Jakarta Selatan," ungkap Joko.

Berita Lainnya

Baca juga: Kebakaran Gedung Bapenda DKI: 1 Pekerja Dievakuasi dari Lantai 15, Puslabfor Cari Titik Awal Api

Baca juga: Kronologi Pelarian Mobil Usai Tabrak Kurir Paket dan Pemotor di Grogol, Berakhir Diamuk Massa

Baca juga: Bawaslu Gandeng Pemuda LIRA, 1.000 Relawan Disiapkan Kawal Pemilu 2029

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.