Benar kejadiannya memang tadi sekitar pukul 12.45 WIT terjadi aksi penyerangan menggunakan senjata api yang menimbulkan dua korban dari masyarakat sipil
Wamena (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Jayawijaya, Papua Pegunungan mengamankan lokasi penyelenggaraan Festival Budaya Lembah Baliem atau FBLB ke-34 tahun 2026 di Kampung Walesi, Distrik Walesi, guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) aman.
Hal itu menyusul terjadinya penembakan oleh orang tak dikenal atau OTK di lokasi FBLB ke-34 tahun 2026 yang diduga berasal dari Kali Uwe sehingga menyebabkan dua orang warga sipil menjadi korban penembakan.
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara di Wamena, Sabtu, membenarkan peristiwa penembakan oleh OTK di lokasi penyelenggaranaan FBLB ke-34 tahun 2026.
“Benar kejadiannya memang tadi sekitar pukul 12.45 WIT terjadi aksi penyerangan menggunakan senjata api yang menimbulkan dua korban dari masyarakat sipil. Saat ini lokasi FBLB kami dari aparat gabungan telah mengamankan,” katanya.
Menurut dia, kedua korban telah mendapat penanganan medis awalnya di Puskesmas Walesi kemudian dibawa ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Wamena dan kondisinya saat ini dalam keadaan baik.
“Kedua korban atas nama Laode Muhammad Ojo (43) diduga kena luka tembakan di lutut kanan dam Salbia (50) diduga luka tembakan pada paha kanan dan punggung tangan kanan telah mendapatkan perawatan medis di RSUD Wamena dan saat ini dalam keadaan baik,” ujarnya.
Dia menjelaskan aksi penembakan terjadi dari arah depan gapura pintu masuk kawasan festival. Menyikapi kejadian tersebut aparat gabungan langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi.
“Kita sudah melakukan penyisiran, kita juga bekerja sama dengan TNI termasuk satuan-satuan tugas, dibantu juga dari office defence cooperation, ODC. Saat ini kita masih melakukan penyelidikan dan penyisiran di lokasi,” katanya.
Dia memastikan situasi di sekitar lokasi hingga saat ini masih dalam kondisi kondusif. Namun, demi keselamatan masyarakat dan pengunjung pihak kepolisian menyarankan agar pelaksanaan FBLB dihentikan.
“Kita sudah sarankan ke bupati untuk menghentikan pelaksanaan FBLB setelah terjadinya peristiwa penembakan itu,” ujarnya.
Dia menambahkan penghentian kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya insiden lanjutan sekaligus memberikan ruang bagi aparat keamanan untuk melakukan penyisiran dan penyelidikan terhadap pelaku penembakan.
FBLB ke-34 dijadwalkan berlangsung selama dua hari sejak 7-8 Agustus 2026 di Kampung Walesi, Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.





