Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sempat menjadi sasaran roasting warganet setelah memamerkan sejumlah hasil inovasi di depan Presiden Prabowo Subianto berupa sepatu, genteng, hingga keripik. Bagi sebagian warganet, produk-produk tersebut dinilai belum mencerminkan gambaran inovasi yang seharusnya dihasilkan sebuah lembaga riset .
BRIN kemudian menunjukkan riset yang dikembangkan sebenarnya tidak berhenti pada produk yang terlihat sederhana. Salah satunya datang dari Pusat Riset Fisika Kuantum BRIN yang tengah mengembangkan teknologi berbasis fisika kuantum, termasuk konsep baterai kuantum (quantum battery).
Melalui akun Instagram resminya, Pusat Riset Fisika Kuantum BRIN juga memperkenalkan riset quantum magnetometry, yakni teknologi sensor kuantum berbasis berlian dengan NV Center yang dirancang untuk mengukur medan magnet dengan tingkat sensitivitas sangat tinggi.
"Nah, terkait riset futuristik, di BRIN-Q, kami sedang mengembangkan quantum magnetometry, teknologi sensor kuantum berbasis berlian (NV Center) yang mampu mengukur medan magnet dengan sensitivitas sangat tinggi," tulis akun @quantumresearch.id, dikutip Sabtu (8/8/2026).
Apa Itu Baterai Kuantum?
Baterai kuantum (quantum battery) berbeda dari baterai biasa yang bekerja melalui reaksi elektrokimia. Baterai jenis ini menyimpan energi pada keadaan kuantum suatu sistem, misalnya atom, molekul, spin, atau sistem cahaya-materi.
Dalam fisika kuantum, banyak sistem dapat berinteraksi secara kolektif. Interaksi ini dapat menghasilkan korelasi dan koherensi.
Pada baterai kuantum yang terdiri atas banyak unit penyimpan energi, unit-unit tersebut dapat diisi secara bersamaan melalui interaksi kolektif. Secara teori, mekanisme ini dapat menghasilkan "quantum advantage", seperti peningkatan charging power dibandingkan strategi pengisian yang bekerja secara independen pada setiap unit.
Tantangan Riset Baterai Kuantum
Hasil riset berbasis kuantum ini tidak bisa muncul begitu saja. Melainkan tergantung pada sistem, jenis interaksi, protokol pengisian, serta bagaimana sistem berinteraksi dengan lingkungannya.
Sehingga riset dengan topik kuantum ini masih terus diupayakan oleh peneliti dari berbagai dunia dan menjadi hot topic. Mereka berlomba mencari model baterai kuantum paling optimal.
Sejumlah eksperimen juga mulai mendemonstrasikan prinsip-prinsip dasar penyimpanan dan pengisian energi pada sistem kuantum. Meski demikian, riset ini memiliki banyak tantangan.
Tantangan besarnya adalah menjaga energi dan keadaan kuantum tetap tersimpan, mengurangi decoherence dan disipasi. Baterai kuantum yang paling ideal adalah yang cepat terisi.
Selain itu juga bisa lama bertehan, dan ketika dibutuhkan untuk ditransfer, ekstraksi energinya mendekati 100%. Sehingga pencarian model untuk baterai kuantum tidaklah mudah.
Riset ini aktif dilakukan oleh negara-negara maju. Salah satunya tetangga Indonesia, yakni Australia yang terdepan dalam eksperimen baterai kuantum.
Sementara Indonesia melalui BRIN, kini merupakan kontributor penting dalam pencarian model baterai kuantum yang efisien. Sudah ada delapan makalah ilmiah dari BRIN tentang baterai kuantum.
Apakah Sepatu-Genteng Habiskan Anggaran Triliunan?
Banyak juga yang berspekulasi bahwa BRIN menghabiskan anggaran triliunan hanya untuk membuat sepatu, genteng, dan keripik. BRIN menjawab bahwa hal itu tidaklah benar. Adapun anggaran Rp 6 triliun itu mencakup banyak kebutuhan dan hanya berlaku untuk satu tahun.
Sepatu karet yang dihasilkan BRIN memiliki bahan Smart Rubber. Karet ini tidak bisa dihasilkan begitu saja melainkan dibuat menggunakan teknologi tinggi milik BRIN.
BRIN berharap agar masyarakat lebih menyorot inovasi Smart Rubber yang menjadi hasil riset dan inovasi unggul BRIN ketimbang hanya berfokus pada bentuknya berupa sepatu atau sandal.
Smart Rubber sendiri tidak hanya digunakan untuk membuat sepatu, tetapi juga untuk berbagai kebutuhan industri seperti otomotif, penerbangan, dan keamanan.
Begitu juga dengan keripik ubi. Bukan soal keripriknya, tetapi BRIN mengajak masyarakat agar lebih fokus pada variertas unggul ubi ungu yang telah diriset dan merupakan inovasi milik BRIN.





