Mengenal Teknologi AI Deteksi Dini Risiko Jantung dan Mata, Metode Skrining Karyawan Bank Tata Asia
Muhamad Syarif Abdussalam August 08, 2026 11:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Mendorong tumbuhnya pola hidup sehat di area kerja, Bank Tata Asia menggelar program Medical Check Up (MCU) berteknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk semua pegawainya pada Jumat (7/8/2026).

Inisiatif yang menggandeng Dr. Noon CVD Indonesia di bawah naungan PT Salis Investama ini merupakan wujud nyata komitmen perseroan dalam membangun kebiasaan pencegahan penyakit sejak dini.

Bagi manajemen Bank Tata Asia, tolok ukur kemajuan entitas bisnis tak cuma bertumpu pada capaian finansial, melainkan juga ditentukan oleh tingkat kesejahteraan serta kualitas hidup seluruh pekerjanya.

Berdasarkan prinsip tersebut, instansi ini konsisten menggulirkan aneka program pendukung demi menghadirkan lingkungan kerja yang bugar, produktif, serta cepat beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

Pada pelaksanaan MCU kali ini, seluruh peserta menjalani pemindaian menggunakan perangkat Dr. Noon. Terobosan kesehatan berbasis AI ini memanfaatkan metode analisis pencitraan retina mata sebagai sarana penapisan awal.

Sistem ini bekerja secara non-invasif sehingga proses pemindaian berlangsung tanpa perlu tindakan manipulasi jaringan tubuh maupun paparan radiasi. Dr. Noon juga menawarkan alur pemeriksaan yang ringkas dan nyaman sehingga ramah bagi para pekerja bermobilitas tinggi.

Metode penapisan Dr. Noon memiliki akurasi yang sepadan dengan Coronary Artery Calcium (CAC) Scan dalam mengidentifikasi potensi gangguan sistem kardiovaskular serta masalah kesehatan mata.

Inovasi yang telah dimanfaatkan di sejumlah negara seperti Korea Selatan, Singapura, hingga Dubai (Uni Emirat Arab) ini menegaskan langkah Bank Tata Asia dalam mengadopsi standar global pencegahan penyakit berbasis kecerdasan buatan.

Direktur Operasional Bank Tata Asia Dede Gunawan meyakini bahwa perkembangan bisnis perusahaan senantiasa beriringan dengan tingkat kesejahteraan insan di dalamnya. Karena itu, perlindungan atas kesehatan karyawan bukan sekadar wujud perhatian, melainkan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan institusi.

"Kami berharap hasil pemeriksaan ini menjadi pengingat bagi setiap insan Bank Tata Asia untuk semakin peduli terhadap kesehatan dan menerapkan gaya hidup yang lebih sehat," ujar Dede Gunawan di Bandung, 7 Agustus 2026.

Di samping manfaat individual, pelaksanaan MCU ini menjadi bagian dari strategi Bank Tata Asia memperkuat tradisi pemeriksaan dini di tempat kerja sekaligus menyokong agenda transformasi digital perusahaan secara luas. Manajemen berharap kebiasaan melalukan pemeriksaan berkala ini mengakar kuat sehingga potensi penyakit kronis dapat diantisipasi sebelum memburuk.

Melalui agenda ini, segenap karyawan diharapkan kian menyadari urgensi menjaga kebugaran tubuh sejak dini. Peningkatan kualitas kesehatan sumber daya manusia diyakini bakal mendongkrak produktivitas, standar layanan, serta daya saing perseroan dalam jangka panjang.

Kegiatan MCU ini juga menjadi bentuk apresiasi manajemen atas kerja keras dan kontribusi para pegawainya dalam mengawal pertumbuhan bisnis. Ke depan, Bank Tata Asia berkomitmen terus merancang program-program pemenuhan kesejahteraan pekerja guna tumbuh bersama seluruh insan perseroan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.